21 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Anjuran Bergembira Menyambut Bulan Ramadhan

...

  • PORTALSATU
  • 14 May 2018 21:00 WIB

Ilustrasi PNS. @republika
Ilustrasi PNS. @republika

Di antara bulan yang diistimewakan oleh Allah adalah bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, Allah melimpahkan banyak keutamaan kepada orang yang beriman berupa ampunan, keberkahan, kebaikan dan lain sebagainya. Dengan demikian, bagi orang yang beriman sudah selayaknya bulan Ramadhan disambut dengan penuh kegembiraan dan persiapan lahir maupun batin.

Menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan ini sudah pernah dilakukan Nabi Saw., di depan para sahabatnya dan mengajak mereka untuk bersama-sama merayakan kedatangan bulan Ramadhan.

Dalam kitab Almusnad, Imam Ahmad meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, dia berkata: (yang artinya)

“Rasulullah Saw. memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya tentang kedatangan bulan Ramadhan seraya beliau berkata: ‘Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya. Di bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi”.

Sebagaimana dikatakan Ibnu Rajab al-Hanbali, berdasarkan hadis ini para ulama menganjurkan untuk saling ber-tahniah atau saling mengucapkan “selamat menyambut kedatangan bulan Ramadhan” di antara satu sama lain ketika menjelang bulan Ramadhan.

Di Indonesia, tahniah tersebut biasanya diungkapkan dengan kalimat “ahlan wa sahlan ya ramadhan”. Kegembiraan dan kebahagiaan dalam menyambut bulan Ramadhan harus ditampakkan satu sama lain.

Selain itu, dianjurkan memperbanyak doa ketika menyambut bulan Ramadhan. Imam Nawawi dalam kitab Almajmu mencantumkan sebuah hadis yang berisi doa Nabi Saw., ketika menyambut bulan Ramadhan. Hadis tersebut diriwayatkan imam al-Tirmidzi dari Thalhah bin Ubaidillah, dia barkata;

“Sesungguhnya Nabi Saw ketika telah melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”    

Wallahu’alam.

(Juriyanto, Peneliti el-Bukhari Institute).[] Sumber: bincangsyariah.com

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.