18 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Awali 2019, BPJS Kesehatan Lakukan Monev Pelayanan FKTP

...

  • PORTALSATU
  • 11 January 2019 22:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH -  BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh melaksanakan Monitoring Dan Evaluasi (Monev) Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK) kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Banda Aceh,  Kamis, 10 Januari 2019, sore.

Pelaksanaan Monev KBK kepada FKTP terus dilakukan secara berkala oleh Tim Penilai Pelaksanaan KBK Kota Banda Aceh dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Tim Penilai KBK yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Kota Banda Aceh dan BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh ini mengadakan Monev yang merupakan tindak lanjut dari Peraturan Bersama antara BPJS Kesehatan dengan Menkes mengenai pelaksanaan KBK pada FKTP.

“Selain 11 Puskesmas yang terdapat di Kota Banda Aceh yang telah menerapkan sistem KBK, sejak 2018 sampai saat ini terdapat 5 klinik pratama yang juga telah menjalankan sistem KBK yaitu Klinik Cempaka Lima, Klinik HB Sentra Medika, Klinik Biddokkes Polda Aceh, Klinik Sanggamara dan Klinik Makodam Iskandar Muda,” ungkap Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer (PMP) BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Zahlina.

Zahlina melanjutkan, dalam sistem KBK ini ada beberapa indikator yang harus dicapai oleh FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya, angka kontak, rasio kunjungan rutin program pengelolaan penyakit kronis (prolanis), rasio rujukan non spesialistik dan home visit (kunjungan ke rumah pasien).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Warqah Helmi, mengatakan Puskesmas yang belum tercapai indikatornya maka akan dilakukan evaluasi kembali.

“Terhadap Puskesmas yang belum terpenuhi target indikator yang ada, kami akan melakukan evaluasi kembali dengan tujuan untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi. Dengan begitu pihak dinas akan segera mencarikan solusi dan memberikan dukungan untuk mengatasi kendala tersebut sehingga tidak mengganggu jalannya pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia juga akan mendorong Puskesmas yang ada di Kota Banda Aceh untuk lebih proaktif dalam mengunjungi peserta atau home visit yang terdaftar pada mereka. Karena, menurutnya, dengan kontak langsung dengan masyarakat maka dapat diketahui serta dapat dengan mudah mengontrol tingkat kesehatan masyarakatnya.[](rq/*)
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.