25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Begini Cara Rasulullah Membahagiakan Istrinya

...

  • PORTALSATU
  • 11 November 2017 22:30 WIB

Foto: ilustrasi suami-istri. @ummi-online.com
Foto: ilustrasi suami-istri. @ummi-online.com

Benarkah jika para suami wajib tahu, apa yang membuat istrinya bahagia? Benar, karena kalau istri bahagia, maka bisa dipastikan segala urusan akan lancar. Sebaliknya ketika istri tidak bahagia, maka berbagai masalah akan bermunculan sehingga para suami tidak akan bisa fokus dalam menjalankan tugasnya.

Tentang cara membahagiakan istri, ternyata kita memiliki panutan yang wajib diteladani, yakni Rasulullah Shalallahu Alaihi wasallam.

Ada beberapa cara Rasulullah membahagiakan istrinya sebagaimana diceritakan dalam beberapa riwayat, di antaranya:

Menjaga komunikasi intens bersama istri

Apa jadinya rumah tangga tanpa komunikasi? Komunikasi bisa menyuburkan hubungan bahkan bisa mendekatkan hubungan suami istri. Komunikasi tidak sebatas pada masalah dunia, tapi juga bisa masalah akhirat. Bahkan Rasulullah selalu menyempatkan berbincang-bingang dengan istrinya di malam hari, sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut ini:

“Adalah dahulu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR. Bukhari)

Membantu pekerjaan rumah tangga

Sebagian suami merasa gengsi membantu pekerjaan istrinya, padahal ini merupakan satu cara membahagiakan istri. Bahkan, Rasulullah juga melakukannya. Jadi kenapa Anda yang cuma orang biasa saja bisa gengsi?

“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. "Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istrinya?" "Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya," tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR. Bukhari)

Menyatakan rasa cintanya secara nyata

Istri mana yang tak melayang ketika dicintai sepenuh hati oleh seseorang yang memang dicintainya? Akan tetapi, kadangkala suami enggan menyatakan apalagi menunjukkan rasa cintanya secara nyata sehingga wanita hanya bisa menebak-nebak perasaan suaminya. Jangan pernah bosan untuk menyatakan cinta dan kebutuhan Anda pada istri, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: "Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku" (HR. Muslim)

Tidak pernah membenci istrinya, apapun kekurangannya

Setiap orang pasti memiliki kekurangan, begitupun dengan istri.  Namun, suami yang baik tidak akan pernah membenci istrinya, meski ia memiliki kekurangan, karena bisa jadi ia memiliki kebaikan yang lainnya.
Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridha dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR. Muslim)

Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras tapi ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya”.

Tidak pernah menyakiti/memukul istrinya

Wanita itu lembut, ia gampang sekali terluka meskipun hanya dengan kata-kata. Jika dengan kata-kata saja dia bisa terluka, apalagi dengan pukulan. Maka itu, salah satu cara membahagiakan istri adalah dengan tidak menyakiti hatinya atau memukul fisiknya.

“Aisyah Radhiallahu anhaa pernah bertutur: Suamiku tidak pernah memukul istrinya meskipun hanya sekali” (HR. Nasa'i)

Menghibur istri kala sedih

Suami tidak hanya wajib menemani istrinya di kala senang, tapi juga menghibur dan men-support istri ketika sedih. Itulah yang dilakukan Rasulullah saat istrinya bersedih atau menangis.

“Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena untanya berjalan lambat, lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis”. (HR. Nasa'i)

Meski sederhana, enam cara di atas bisa membuat istri bahagia dan semangat menjalani perannya sebagai istri sekaligus ibu bagi anak-anak.[] Sumber: ibu-zahraa

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.