13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


FGD Pembauran Kebangsaan, Ini Pesan FPK Aceh kepada Mahasiswa

...

  • PORTALSATU
  • 07 December 2018 23:00 WIB

Foto: dok. Badan Kesbangpol Aceh
Foto: dok. Badan Kesbangpol Aceh

BANDA ACEH - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembauran Kebangsaan di Aula Badan Kesbangpol Aceh, Jumat, 7 Desember 2018. FGD dengan tema "Upaya Efektif dalam Mengantisipasi Gejolak Sosial yang Berpotensi Merusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa", diikuti 30 peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Banda Aceh.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh melalui pidato tertulisnya dibacakan Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karkter Bangsa, mengatakan mahasiswa adalah komponen penting yang sangat rentan, jalan yang paling mudah untuk dimasuki oleh orang-orang yang ingin merusak bangsa Indonesia baik itu dari segi ideologi, politik dan agama maupun jika para mahasiswa tidak memiliki pengetahuan sosial kemasyarakatan yang kuat.

Pemateri pada FGD tersebut Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, dalam materinya  berjudul "Peran dan Fungsi Forum Pembauran Kebangsaan", mengatakan Indonesia merupakan negara yang besar, bukan hanya luas wilayah dan jumlah penduduk, tapi besar dalam kebudayaan dan keberagaman.

"Keberagaman ini merupakan khazanah yang patut kita syukuri. Namun di satu sisi keberagaman ini juga merupakan kerentanan yang sangat mudah dimanfaatkan oleh orang maupun kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh menyelenggarakan kegiatan ini untuk bertukar pikiran dengan adek-adek mahasiswa untuk mengantisipasi ancaman yang datang dari generasi muda," ujarnya.

Mahasiswa juga diharapkan mengerti dan memahami akan pentingnya pembauran kebangsaan. Karena mahasiswa adalah elemen penting dalam menjaga masa depan bangsa. Karena kecerdasan intelektual dan kemampuan skill saja tidak cukup untuk menjaga kelangsungan bangsa ini. "Jadi sosial kompetensi dan spiritual kompetensi mutlak diperlukan oleh mahasiswa yang akan menjadi para pemimpin di masa yang akan datang," kata Prof. Syahrizal.

Prof Syahrizal mencontohkan bagaimana dahsyatnya perang Vietnam melawan negara adidaya Amerika Serikat yang memiliki kekuatan politik, ekonomi dan militer. Vietnam yang hanya memiliki modal social power mampu mengalahkan Amerika Serikat.

Pemateri kedua, Kolonel Dr. Ahmad Husein, M.A., yang merupakan Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh. Ia mengatakan, negara ini dikelola dengan suatu sistem yang disebut dengan konstitusi. Konstitusi ini sedang digerogoti dari dalam maupun luar negeri, karena potensi alam yang dimiliki oleh Indonesia membuat negara asing sangat ingin menguasai negara ini. "Oleh karena itu para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa harus memahami kelebihan dan kekurangan karena keberagaman bangsa ini".

"Ada banyak ancaman yang sedang mengincar Indonesia, seperti narkoba, terorisme. Dan yang paling riskan adalah dimanfaatkannya perbedaan yang sesungguhnya dapat menjadi rahmat atau khazanah jika dikelola dengan baik. Kami dari FPK Aceh berharap adek-adek mahasiswa dapat memberikan pemahaman kepada orang-orang di sekitar Anda bahwa keberagaman adalah anugerah dari Allah SWT," ujar Ahmad Husein.[]

Penulis: Fauzi(*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.