22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Di Aceh Selatan
Kesbangpol Aceh Gelar Evaluasi Bimtek Pengelolaan Sistem Pengiriman Data Cepat Tahun 2019

...

  • portalsatu.com
  • 29 October 2019 17:45 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

TAPAKTUAN – Badan Kesbangpol Aceh mengadakan Evaluasi Kegiatan Bimtek Pengelolaan Sistem Pengiriman Data Cepat Tahun 2019, di Kabupaten Aceh Selatan, 23 sampai 25 Oktober 2019. Salah satu kesimpulan kegiatan itu, Sistem Pengiriman Pengelolaan Data Cepat ini dinilai sangat efisien dalam melakukan upload dan download file.

Kasubbag Penyusunan Program Badan Kesbangpol Aceh, Edy Mulyadi, SSTP., M.Si., selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, Evaluasi Kegiatan Bimtek Pengelolaan Sistem Pengiriman Data Cepat Tahun 2019 itu berlangsung di Aula Hotel Dian Rana, Kabupaten Aceh Selatan. Peserta seluruhnya 33 orang yang terdiri dari Sekretaris, Kassubag umum/program dan staf (operator) pada regional ini meliputi Kabupaten Aceh Besar, Kota Sabang, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Singkil, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Simeulue.

Kegiatan dibuka Sekretaris Badan Kesbangpol Aceh, T. Nasruddin, S.E., mewakili Kepala Badan Kesbangpol Aceh. Dalam sambutannya, T. Nasruddin mengapresiasi kerja sama Badan Kesbangpol Aceh dan Kantor Kesbangpol Aceh Selatan dalam menyelenggarakan “Evaluasi Kegiatan Bimtek Pengelolaan Sistem Pengiriman Data Cepat Tahun 2019” itu.

“Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka mempercepat pencapaian visi dan misi Pemerintah Aceh dalam penerapan E-Government sesuai dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government. Maka salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan membuat sentral data secara luas bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Untuk dapat merumuskan itu, Kesbangpol menghadirkan para ahli di bidangnya masing-masing yaitu tiga narasumber yang memberikan masukan dan acuan bagi para peserta kegiatan tersebut.

Adapun narasumber itu, T. Nasruddin, S.E. (Sekretaris Badan Kesbangpol Aceh), dengan judul “Evaluasi Pengiriman Data Cepat''. Isi materi yang disampaikan di antaranya, alasan Penggunaan Pengiriman Data Cepat adalah penempatan server berada pada Badan Kesbangpol Aceh, dapat melakukan pertukaran file antarkomputer dengan mudah walaupun file tersebut memiliki ukuran sangat besar. Tidak terbatasnya waktu pengiriman data dan informasi sehingga akan diteruskan pada bidang-bidang yang bersangkutan untuk diolah kembali dan dijadikan bahan dalam mengambil keputusan.

Selain itu, adanya penambahan fitur/fungsi, yaitu pembaruan server, keamanan server telah memiliki tiga gate/gerbang dan telah tersedia fasilitas chatting; dan mengajukan ke Diskominsa agar dibuatkan server/data center sehingga bias terintegrasi ke semua SKPA ataupun SKPD Kab/Kota Se-Aceh;

H. Darmawan, S.E. (Plt. Kepala Badan Kesbangpol Aceh Selatan) dengan judul "E-Government di Pemerintahan”. Isi materi yang disampaikan di antaranya E-Government merupakan akronim dari “elektronik pemerintah”, juga dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah ataupun pemerintah transformasi.

Dalam kehidupan saat ini dan di masa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. “Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Termasuk dalam e-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan Masyarakat, bisnis, dan kegiatan lainnya”.

Manfaat E-Government

Untuk memperbaiki kualitas layanan dari pemerintah kepada para stakeholder, terutama yaitu dalam hal-hal kinerja efektivitas serta efisiensi di berbagai bidang kehidupan bernegara.

Untuk meningkatkan transparansi kontrol serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi dan juga interaksi yang di kelurkan oleh pemerintah untuk kepentingan aktivitas sehari-hari.

Kendala utama

Kurangnya ketersediaan infrastruktur telekomunikasi; Jaringan telepon masih belum tersedia di berbagai tempat di Indonesia; Biaya penggunaan jasa telekomunikasi juga masih mahal.

Teknologi informasi dan komunikasi juga bermanfaat dalam bidang pemerintahan antara lain seperti meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat, kerena informasi dapat lebih mudah untuk diperoleh; meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah dengan adanya transparansi kegiatan pemerintah; meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, yaitu masyarakat dapat dilayani kapan-pun dan dimanapun, tanpa memandang jam buka kantor, dan bahkan tanpa perlu datang ke kantor pemerintahan.

Berikutnya, tersedianya informasi yang mudah diakses oleh masyarakat melalui internet, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan dengan benar; pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference.

”Oleh sebab itulah, harapan masyarakat terhadap transparansi dan layanan yang efektif terhadap pemerintah sangat tinggi sehingga kebutuhan dan peranan Teknologi Informasi sangat vital. Dengan segala kelebihan dan kekurangan infrastruktur jaringan telekomunikasi, masyarakat harus menerima bahwa Teknologi informasi sangat dibutuhkan oleh semua kalangan agar dapat memudahkan sebuah pelayanan yang diciptakan oleh pemerintah”.

Zuliansyah, S,T. (Operator SIPKD/E-Rencana Kesbangpol Aceh), dengan judul “Evaluasi Teknis Pengiriman Data Cepat”. Isi materi yang disampaikan di antaranya Sistem Pengiriman Data Cepat yaitu sebuah sistem yang dibangun berbasis website online yang bisa diakses 24 jam menggunakan akses/sumber Diskominsa Aceh. Perkembangan Sistem Pengiriman Data Cepat sejak Tahun 2014 menggunakan sistem VPN (Virtual Private Network), kemudian Tahun 2016 menggunakan system lapor cepat dengan 1 server, selanjutnya pada Tahun 2019 menggunakan sistem Si-Cepat dengan multi server.

Fitur pembaruan Sistem Pengiriman Data Cepat berupa tampilan (halaman utama menu web), Autentifikasi menggunakan user name dan password dan penyimpanan data yang berkapasitas sangat besar.

Selain fitur pembaruan diatas, Sistem Pengiriman Data Cepat juga di upgrade sebagai berikut: Web design. Secara tampilan client sekilas tidak banyak perubahan; Multi server. Server suda dapat dikembangkan sehingga dapat dilakukan penambahan fungsi; Keamanan. Server telah multi layer, sehingga jika terjadi peretasan bisa segera dialihkan; Virtual server. Menambah virtual mesin sehingga dapat mengurangi fisik komputer; Data. Semua data yang masuk tetap ter-backup dengan aman; Chat. Semua pengguna system data cepat dapat saling berkomunikasi.

Pengisian form operator Sistem Pengiriman Data Cepat Badan/Kantor Kesbangpol Kab/Kota Se-Aceh.

Cara Kerja Sistem Lapor Cepat

Metode yang digunakan oleh Server Pengiriman Data Lapor Cepat adalah metode autentikasi, dimana diperlukan username dan password untuk mengakses data-data yang ada pada server; Pengguna yang terdaftar (memiliki username dan password) memiliki akses penuh pada beberapa direktori-direktori beserta file-file yang ada di dalamnya sehingga pengguna yang terdaftar tersebut dapat membuat, menyalin, memindahkan atau bahkan menghapus direktori direktori tersebut (sesuai dengan izin yang telah diberikan oleh server sebelumnya) Untuk cara kerjanya, terlebih dahulu client harus meminta koneksi kepada server, jika sudah terhubung dengan server maka client dapat melakukan pertukaran data.

Beberapa kendala yang dikeluhkan oleh operator Kabupaten/Kota adalah Perangkat Komputer tidak mencukupi atau sudah lama; Koneksi internet tidak ada sehingga menggunakan handphone; Ada operator yang pindah tugas ke dinas lain, sehingga terjadi kekosongan petugas; Tidak tersedianya anggaran SKPK untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung; dan dalam melakukan pembekalan, ada operator yang tidak hadir dengan alasan tidak tersedianya anggaran untuk perjalanan dinas.

Diskusi para peserta dengan narasumber

Jika koneksi internet tidak ada di tempat pengguna (instansi/kantor) dan tetap bisa masuk atau terhubung ke sistem lapor cepat maka dapat memanfaatkan handphone sebagai hotspot wifi atau koneksi internetnya menggunakan kabel data untuk selalu terhubung ke sistem lapor cepat; Jika terjadi gangguan pada server sistem lapor cepat maka dapat melaporkan ke tim TIK Badan Kesbangpol Aceh atau ke Subbidang Penyusunan Program Badan Kesbangpol Aceh.

Paparan yang disampaikan narasumber serta Diskusi para peserta telah menambah wawasan dan pemahaman. Kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan solusi, saran dan masukan yang diharapkan nantinya Paparan yang disampaikan narasumber serta Diskusi para peserta telah menambah wawasan dan pemahaman. Kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan solusi, saran dan masukan yang diharapkan nantinya dapat memajukan dan mengembangkan pemanfaatan pengelolaan data cepat di setiap instansi untuk mendukung program Pemerintah Aceh.

Kesimpulan

Kegiatan Evaluasi Kegiatan Bimtek Pengelolaan Sistem Pengiriman Data Cepat Tahun 2019 dilaksanakan pada 23 s/d 25 Oktober 2019 di Kabupaten Aceh Selatan, menghasilkan kesimpulan bahwa Badan Kesbangpol Aceh Selatan mendukung penuh pelaksanaan Evaluasi Bimtek tersebut dan berharap kedepan Pemerintah Aceh melalui Badan Kesbangpol Aceh kembali mengadakan kegiatan serupa; Peserta di setiap Kabupaten/Kota yang hadir siap mendukung pelaksanaan Evaluasi Bimbingan Teknis Pengelolaan Sistem Pengiriman Data Cepat Tahun 2019 di Kabupaten Aceh Selatan.

Selanjutnya, Sistem Pengiriman Pengelolaan Data Cepat ini sangat efisien dalam melakukan upload dan download file; Berkurangnya penggunaan kertas yang selama ini dijadikan objek dalam penyampaian dokumen dan tidak akan tersadap (hack) oleh pihak luar terhadap data dan informasi yang menyangkut dengan situasi dan kondisi daerah.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.