26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


MER-C Mulai Program Rekonstruksi di Palu

...

  • PORTALSATU
  • 24 October 2018 22:30 WIB

@MER-C
@MER-C

PLAU - Selain berfokus memberi bantuan pengobatan bagi korban bencana di Palu, hal lainnya terkait kesehatan juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Salah satunya masalah sanitasi di wilayah pengungsian. Sanitasi yang buruk dapat mengakibatkan bencana kesehatan lainnya.  

Setelah menyusuri berbagai wilayah terdampak bencana khususnya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, MER-C menemukan wilayah pengungsian yang masih sangat membutuhkan perhatian karena fasilitas umum dan sanitasi lingkungan yang memprihatinkan.

Adalah Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, wilayah yang terkena bencana pergerakan tanah yang membuat banyak rumah warganya bergeser dan hancur. Terdapat sekitar 100 KK atau sekitar + 500 jiwa yang menempati wilayah pengungsian ini berasal dari Sibalaya Utara dan Sibalaya Selatan. Dengan jumlah warga sebanyak itu, wilayah pengungsian di Sibalaya Utara hanya memiliki satu MCK dan air bersih pun sulit.

Kondisi yang memprihatinkan ini, mendorong MER-C menurunkan Tim Konstruksi ke Sigi, Senin, 22 Oktober 2018. Tim langsung melakukan peninjauan ke lapangan dan memutuskan bahwa MER-C akan membangun MCK di wilayah pengungsian Sibalaya Utara sebanyak 3 titik. Hal ini disampaikan Ir. Faried Thalib, Ketua Tim Konstruksi MER-C untuk Palu.

“Kami sudah ke Sibalaya Utara untuk meninjau langsung kondisi pengungsian di sana. Sesuai assessment awal, keberadaan MCK memang sangat dibutuhkan. Melihat luasnya wilayah dan jumlah pengungsi yang ada, kami memutuskan untuk membangun MCK di satu titik. Dua titik terdiri dari masing-masing 6 WC dan 6 kamar mandi bagi pria dan wanita, sementara satu titik lagi terdiri dari 3 WC dan 3 kamar mandi bagi wanita dan pria,” jelasnya.

Meskipun di wilayah pengungsian, menurutnya, MCK dibangun permanen, yaitu dengan konstruksi batu kali, kolom baja, dan diplester. “Kami ingin MCK yang dibangun manusiawi bagi para korban. Untuk itu kami membuat MCK permanen karena bencana besar ini pastinya akan membutuhkan waktu cukup lama untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Faried.

Bantuan MCK akan dibangun oleh relawan dari Divisi Konstruksi MER-C dengan jumlah 12 orang sudah berada di lokasi. Lama pengerjaan diperkirakan 1 - 2 minggu ke depan.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.