26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Gaza Dimulai

...

  • PORTALSATU
  • 01 March 2019 10:00 WIB

Foto: MER-C
Foto: MER-C

Meski sesekali hujan rintik-rintik masih turun di sekitar RS Indonesia, relawan konstruksi tetap semangat memulai proses pembangunan. Diawali dengan sarapan bersama dan briefing saling menyemangati, para relawan berpencar sesuai dengan kompetensinya. 

Langkah awal adalah menutup sebagian lokasi RS Indonesia untuk digunakan sebagai akses masuk dan storage bahan bangunan yang akan dimasukkan. Jalan di depan Wisma Rakyat Indonesia (Kantor MER-C Cabang Gaza sekaligus tempat tinggal relawan selama bertugas) ditutup dengan seng seluas kurang lebih 300 meter persegi. Arus lalu lintas tidak bisa lagi memutari RS, namun harus keluar ke jalan di depan pintu IGD.

Dalam tiga hari terakhir sejak kedatangan relawan konstruksi dari Indonesia, berita tentang RS Indonesia sudah menjadi trending topic lokal, baik di dunia maya maupun obrolan warga. Mereka penasaran kapan akan dimulai pembangunan RS Indonesia yang menurut mereka spektakuler sudah memberikan layanan kesehatan terbaik di Gaza Utara.

Dua hari sebelumnya, Tim MER-C bertemu dengan Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza.

Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried Thalib selaku Presidium MER-C menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016. Saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur di bawahnya.

Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.[](tim MER-C/*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.