13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemuda yang Dinaungi Allah di Padang Mahsyar

...

  • PORTALSATU
  • 08 December 2018 19:00 WIB

ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

Suatu ketika nanti, manusia akan menghadapi suasana yang sangat mencekam dan menakutkan. Kala itu, manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar kelak pada hari kiamat.

Jarak antara matahari dan manusia sangat dekat. Sehingga yang dirasakan adalah kepanasan luar biasa. Air keringat mereka bercucuran mengalir, tidak hanya membasahi sekujur tubuh, tapi bisa sampai membanjiri tubuh masing-masing sesuai dengan amal masing-masing saat hidup di dunia.

Ada yang membanjiri seseorang setinggi mata kaki. tapi tidak sedikit juga yang sampai menenggelamakaan mereka. Hal tersebut dikarenakan amal kejelekan yang dilakukan ketika hidup di dunia.

Pada situasi demikian, ada beberapa golongan yang memperoleh perlindungan dari Allah subhânahû wa ta’âlâ dari keadaan yang menakutkan tersebut. Siapa mereka?

Tidak lain adalah mereka yang disabdakan oleh Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam: (yang artinya) “Ada tujuh golongan yang Allah akan menaungi mereka di dalam naungan Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah subhânahû wa ta’âlâ, yaitu:

1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tumbuh dalam beribadah atau mengabdi kepada Allah.
3. Seseorang yang hatinya tergantung di dalam masjid ketika ia berada di luar masjid hingga ia kembali lagi ke masjid.   
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Berkumpul dan berpisah karena Allah.
5. Seseorang yang berzikir atau ingat Allah dalam kesunyian lalu kedua matanya mengalirkan air mata.
6. Seorang laki-laki yang digoda oleh perempuan berkedudukan tinggi, berlimpah harta dan cantik jelita, lalu laki-laki itu menjawab, “Sesunguhnya aku takut kepada Allah”.
7. Seseorang yang merahasiakan amalnya, sehingga seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.

Dengan keterbatasan waktu, kami tidak akan menguraikan satu persatu tentang tujuh golongan di atas. Kami hanya ingin sedikit fokus kepada golongan ketiga saja, yakni: “Golongan pemuda yang hidupnya tumbuh dan berkembang untuk selalu beribadah, mengabdikan dirinya kepada Allah subhânahû wa ta’âlâ.”

Di hari kiamat kelak, Allah akan memberikan apresiasi yang besar kepada para pemuda yang tekun beribadah. Kenapa? Karena banyak pemuda biasanya memang selalu  cenderung rawan menjauh dari hal-hal positif yang bersifat mengabdi atau beribadah kepada Allah. Tidak sedikit dari mereka mengabdi atau mengikuti kesenangan hawa nafsunya sendiri.

Menjadi pemuda rajin beribadah yang kelak akan memperoleh naungan dari Allah tentu tidak mudah. Perlu tekad yang kuat dan didasari dengan keimanan yang kukuh kepada Allah. Sehingga beribadahnya menjadi lifestyle atau hobi, yaitu kesenangan yang pada gilirannya merasa menjadi kebutuhan.

Jika seorang hamba dalam pengabdiannya kepada Allah merasa sebagai kebutuhan, maka kebutuhan hidupnya di dunia akan dipenuhi oleh Allah 'azza wa jalla.

Sebagaimana Allah telah berfirman: (yang artinya) “Dan tidaklah ada makhluk yang melata di atas bumi ini kecuali Allah yang menanggung rezekinya.”

Pemuda yang hidupnya tumbuh untuk beribadah sekaligus juga mempunyai kewajiban menjadi pemuda yang berakhlak mulia, rendah hati, tidak sombong, sabar, tidak serampangan, tidak mudah tersulut kemarahannya, jujur, tidak suka bohong, bisa dipercaya, tidak khianat, rajin, tidak menjadi pemuda yang pemalas, suka menolong, tidak individualis, peduli pada lingkungannya, dermawan, suka memaafkan, tidak pendendam, menghormati dan menghargai orang lain, tidak suka menghina serta sikap-sikap terpuji lainnya.

Dengan demikian, jika ada pemuda ahli ibadah dan kehidupan kesehariannya bagus, Allah akan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Ketika ia mati, kelak pada saat orang sedunia dikumpulkan menjadi satu dari generasi Nabi Adam hingga orang yang lahir besok saat mendekati kiamat, semua berkumpul dalam hiruk-pikuk yang agung. Pada saat tidak ada naungan sama sekali. Semua merasakan panas yang sangat terik. Pemuda yang ahli ibadah tadi mempunyai prioritas dari Allah. Ia akan mendapatkan naungan, sehingga ia tidak kepanasan. Pemuda itu adalah pemuda yang rajin beribadah dan sudah barang tentu sikap dan perilakunya baik terhadap sesama.

Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing kita termasuk di dalam tujuh golongan tadi, yang kelak kita akan mendapatkan naungan dan perlindungan Allah di Padang Mahsyar. Semoga Allah menjauhkan lingkungan kita dari pemuda yang suka mabuk-mabukan, suka berjudi, mencuri, berpacaran membawa wanita bukan mahramnya ke sana-ke mari. Semoga Allah menjauhkan mental remaja kita yang bobrok, semoga diselamatkan mereka, dientaskan menjadi remaja yang dekat kepada Allah, dekat kepada masjid, takwa kepada Allah subhânahû wa ta’âlâ, amin.

(KH. Hanief Isma'il, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang)[]Sumber: nu.or.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.