23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peradaban Aceh Sudah Tamat

...

  • portalsatu.com
  • 22 August 2019 16:00 WIB

Buku. @facebook.com/nabbahany.as
Buku. @facebook.com/nabbahany.as

Tiap peradaban sebuah suku bangsa di mana pun di dunia, ada masa jaya, ada masa mundur, bahkan tamat sama sekali. Penyebabnya macam-macam. Bisa faktor alam, peperangan, atau konflik-konflik lainnya.

Demikian halnya peradaban suku bangsa Aceh. Sejak Belanda menguasai istana dalam Kesultanan Aceh Darussalam pada tahun 1873, yang kemudian diubah nama dengan keraton--dalam kosa kata Aceh tak ada yang namanya keraton--sejak itu adalah awal dari jatuhnya peradaban Aceh.

Kejatuhan itu ditandai dengan pergantian bentuk pemerintahan, dari kesultanan beralih kebentuk pemerintahan kolonial Belanda. Sudah tentu segala tatanan, aturan sistem pemerintahan yang berlaku di Aceh saat itu adalah aturan pemerintahan kolonial Belanda.

Dari pemerintahan Belanda--meski tidak lama--beralih ke pemerintahan Jepang. Diakui atau tidak, dua peralihan pemerintahan yang terjadi di Aceh itu, sebenarnya sekaligus telah membuat masyarakat Aceh berevolusi meninggalkan peradabannya.

Namun dalam kondisi itu, masyarakat Aceh masih saja mempertahankan sisa-sisa peradaban, meskipun sebenarnya sejak Belanda dan Jepang menjalankan pemerintahannya di Aceh (1873-1945), sejak itu peradaban Aceh sudah tamat.

Kemudian tidak berhenti di situ, setelah pemerintahan Belanda dan Jepang, Aceh kembali berintegrasi dalam pemerintahan Republik Indonesia, dengan segala aturan pemerintahan Republik Indonesia harus ditaati oleh Aceh. Maka sisa-sisa peradaban yang dimiliki oleh Aceh harus lebur ke-indonesia-an.

Kemudian titik klimaks tamatnya peradaban Aceh adalah pada peristiwa tsunami 2004. Ini adalah titik berubahnya masyarakat Aceh secara besar-besaran, dalam menamatkan sebuah peradabannya.

Pasca-tsunami, Aceh baru digagaskan, maka yang muncul hari ini adalah semuanya serba baru di Aceh. Cara berpolitik, politik baru, cara berfikir, berfikir baru, berinteraksi sosial, baru. Sistem pemerintahan, baru. Yang semua itu, orang Aceh hari ini sedang dalam mencari sebuah indentitas baru, untuk menuntaskan tamatnya sebuah cerita peradaban Aceh yang pernah jaya.

Maka dalam hal ini, slogan mengembalikan martabat Aceh sebagai sebuah suku bangsa yang pernah maju peradabannya, adalah selogan yang tidak 'nyambung dengan apa yang sedang didistorsikan antara Aceh lama denagn Aceh baru.

Pendistorsian Aceh lama dengan Aceh baru, yang sedang tengah terjadi hari ini semakin menunjukkan orang Aceh tangah ramai-ramai untuk akan meninggalkan indentitas keacehannya dalam menamatkan peradaban Aceh yang sebenarnya.

Lalu, "Dibawa Kemana Masa Depan Aceh". Jawabannya, "Aceh Kembali ke Masa Depan".
Kerena gerak sejarah Aceh, seperti yang terilusrasikan dalam bentuk putaran jarum jam di bawah ini. Peradaban Aceh memang sudah tamat.[]Sumber:facebook.com/nabbahany.as

Penulis: Nab Bahany As.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.