26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pertempuran Sarikamis; Gugurnya 90000 Pasukan Ottoman dalam Badai Salju

...

  • PORTALSATU
  • 14 January 2019 10:16 WIB

Ilustrasi. Foto: turkinesia.net
Ilustrasi. Foto: turkinesia.net

Serangan Sarikamish yang dilakukan oleh komando tinggi Ottoman merupakan operasi militer pertama Kesultanan dalam Perang Dunia I terhadap Kekaisaran Rusia. Serangan itu dimulai pada 22 Desember 1914 dalam musim dingin yang mematikan, beberapa unit hilang dalam badai salju. Hanya beberapa unit lainnya yang berhasil mencapai Sarikamish yang berada di bawah pendudukan Rusia pada saat itu, dan dipukul mundur. Sebagian besar pasukan membeku sampai mati bahkan sebelum mereka mencapai garis Rusia.

Dalam pertempuran ini, Kesultanan Utsmaniyah menggunakan strategi yang mengharuskan pasukannya untuk dapat bergerak dengan sangat cepat dan tiba di tempat tertentu pada waktu tertentu. Pendekatan ini didasarkan pada taktik Napoleon dan juga ingin meniru keberhasilan Kekaisaran Jerman dalam Pertempuran Tannenberg.

Rencana Utsmaniyah adalah untuk mengalihkan perhatian pasukan utama Rusia dengan mengirim satu korps untuk menghadapinya di barisan terdepan, sementara dua korps akan menyusup dengan melewati pegunungan untuk melancarkan serangan mendadak dari belakang di Sarikamish.

Pemimpin Utsmaniyah Enver Pasha berharap bahwa kemenangan di Sarikamish akan membuka jalan bagi Utsmaniyah untuk merebut kembali Oblast Kars yang sebelumnya dicaplok oleh Rusia. Enver juga berharap agar kemenangan ini dapat memicu pemberontakan Muslim di Kekaisaran Rusia, sementara Jerman berharap serangan Utsmaniyah dapat mengalihkan perhatian Rusia dari Eropa. Namun, pasukan Utsmaniyah tidak siap dalam menghadapi musim dingin, dan medan pertempuran yang bergunung-gunung serta infrastruktur jalan yang buruk menghambat pergerakan pasukan, pemasokan persediaan dan komunikasi. Pada akhirnya, banyak pasukan Utsmaniyah yang gugur di Pegunungan Allahuekber, dan kampanye militer Utsmaniyah mengalami kegagalan.

Gambar di arsip mantan Komite Keamanan Negara (KGB) Rusia mengungkapkan bahwa meskipun pasukan Ottoman membuat beberapa kemajuan di depan, pasukan Ottoman telah berjuang secara keseluruhan. Sebagaimana pasukan asing dan pasukan Turki mengenang dalam memoar mereka, hampir tidak mungkin untuk mengubur tentara yang mati karena kondisi cuaca yang buruk. Pasukan Turki tidak dapat menggali kuburan untuk teman-teman mereka yang hilang karena tanahnya beku. Mereka juga tidak dapat menyalakan api di medan yang terbuka karena dapat mengungkapkan posisi pasukan kepada musuh.

Upacara peringatan berskala besar telah diadakan di Sarikamish setiap tahun sejak 2003 ketika itu hanya terbatas pada sekelompok kecil pendaki dan aktivis. Beberapa pawai besar lainnya diadakan di Turki – dari Trabzon ke Antalya, dari Gunung Erciyes di Kayseri hingga Izmir. Ribuan orang di seluruh Turki melawan cuaca dingin untuk berbaris mengingat 90.000 tentara Turki Ottoman yang gugur dalam Pertempuran Sarikamis pada 1914-1915.[]Sumber:Sumber: Daily Sabah, wikipedia/turkinesia

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.