23 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Siapa Anggota Keluarga yang Harus Diutamakan dalam Asuransi?

...

  • portalsatu.com
  • 10 September 2019 23:00 WIB

Ilustrasi asuransi kesehatan. Foto via tirto.id
Ilustrasi asuransi kesehatan. Foto via tirto.id

Sudah berumah tangga dan punya anak, tidak jarang kita dihadapkan pada pilihan yang lumayan membingungkan. Prioritas utama, suami atau anak.

Antara orang tua atau anak memang sama-sama penting, tapi ada kalanya kita harus memilih salah satu jika tidak memungkinkan memilih kedua-duanya. Contohnya dalam kepemilikan asuransi. Jika orang tua dan anak sama-sama belum didaftarkan polis asuransi sementara kita hanya mampu membayar satu premi per bulannya, siapakah yang harus didahulukan?

Pertimbangkan Dampak Finansial

Orang tua, dalam artian ayah dan ibu memang penting memiliki asuransi. Tapi, anak-anak pun juga berhak mendapatkan perlindungan. Jika hanya bisa salah satu, sangat disarankan orang tua saja yang ikut terlebih dahulu. Terutama ayah.

Ayah merupakan kepala keluarga yang mencari nafkah. Resiko lebih banyak dihadapi sosoknya. Ketika sosok ayah terganggu kesehatannya bahkan mungkin meninggal, otomatis tinggal ibu dan anak yang akan menghadapi beban setelahnya. Entah itu beban mental karena kehilangan sosok ayah hingga beban keuangan karena tidak ada lagi yang mencari nafkah dalam keluarga.

Jika ayah punya asuransi, maka dana asuransi ayah ini bisa ibu dan anak-anak gunakan sebagai bantuan yang meringankan beban keuangan tersebut. Berbeda ketika anak yang diasuransikan. Resiko anak sakit dan meninggal itu pasti ada. Saat anak meninggal, orang tua akan menghadapi beban mental saja, tidak mungkin beban finansial. Sehingga, asuransi tersebut tidak terlalu berpengaruh pada beban keuangannya.

Memang tidak adil jika membandingkan dengan cara demikian. Tapi, kalau hanya ada satu pilihan, daripada tidak memilih sama sekali lebih baik pilih salah satu yang paling lebih banyak manfaatnya. Meski demikian, tetap mengusahakan punya asuransi keluarga, ya.

Premi Terbatas Budget

Asuransi tidak akan terpisah dari premi. Premi adalah iuran per bulan yang wajib kita bayarkan sebagai peserta asuransi. Tapi, ada juga premi yang harus dibayarkan setelah beberapa bulan: tiga, enam, hingga dua belas bulan. Tergantung perusahaan asuransi yang menetapkannya.

Besarnya premi dipengaruhi oleh jenis asuransi yang kita ambil dengan berbagai manfaat yang diberikannya. Semakin banyak keuntungan dan kelebihan yang kita ambil dari polis asuransi tersebut, maka semakin mahal pula premi yang harus dibayarkan.

Oleh karena itu, kita wajib mempertimbangkan besaran premi tersebut. Sudah sesuai atau belum dengan pendapatan.

Keterbatasan budget untuk membayar premi bukan halangan dalam mendapatkan manfaat polis asuransi. Cari asuransi yang memiliki manfaat utama sesuai kebutuhan. Misalnya cukup mengcover masalah rawat inap, kehamilan, melahirkan, dan kecelakaan. Tidak perlu yang detail hingga mengcover masalah berbagai penyakit jika memang budgetnya pas-pasan. Yang penting, inti dari masalah kesehatannya terpenuhi.  Membandingkan beberapa asuransi sekaligus memang tidak mudah, karena itu keberadaan situs seperti Lifepal akan sangat membantu.

Bijak dalam Mengatur Keuangan

Dengan keterbatasan masalah keuangan, khususnya ibu yang berperan dalam mengelola keuangan yang setiap bulan diberikan oleh suami, sebaiknya belajar mengelola keuangan dengan bijak.

Dari sekian banyaknya kebutuhan yang ada, cobalah cari kebutuhan yang paling utama yang harus didahulukan. Sehingga, dalam pengelolaan tersebut akan terbentuk prioritas.

Pengelolaan anggaran secara bijak bisa membantu mencegah masalah keuangan keluarga dari keluarnya uang ke hal-hal yang tidak penting. Alokasi ke rencana keuangan yang lebih berharga seperti ikut asuransi pun mampu terwujud.

Masa Depan Anak Motivasi

Memiliki anak merupakan motivasi tersendiri bagi orang tua. Bijak dalam masalah keuangan pun alasannya bisa jadi karena masa depan anak.

Tertatanya pengelolaan keuangan membuat semua kebutuhan terpenuhi, tabungan tercukupi, dan asuransi terjamin. Pada akhirnya, anak akan merasa nyaman, apalagi jika kita bisa mengajarkan pentingnya hidup hemat dan tidak mengikuti arus gaya hidup jaman sekarang. Anak akan lebih menghargai uang dan pasti mencontoh bagaimana orangtua lebih memilih menabung dibanding menghamburkan uang tanpa tujuan yang jelas.

Selanjutnya, kebiasaan ini akan anak terapkan hingga masa dewasanya. Begitu orang tua menginjak masa pensiun, anak tidak akan bergantung lagi pada orang tua. Selain memiliki pekerjaan sendiri, sudah pasti punya tabungan sejak muda  yang membuatnya bisa hidup lebih mandiri.

Jadi, memprioritaskan anak bukan semata-mata memberikan uang yang cukup, tapi lebih ke perlindungan dan didikan yang berguna hingga di masa depannya kelak.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.