26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pesan Damai dari Hiroshima Jepang

...

  • PORTALSATU
  • 05 February 2019 23:00 WIB

Bersama Profesor Mahichi Faezeh dan Tanaman Sakura dari Hiroshima yang ditanam di Kampus Ritsumeikan Asia Pacific University.
Bersama Profesor Mahichi Faezeh dan Tanaman Sakura dari Hiroshima yang ditanam di Kampus Ritsumeikan Asia Pacific University.

Negara Jepang adalah salah satu negara maju di Asia, masyarakatnya dikenal sebagai pekerja keras, hidup disiplin, tertib dan selalu memerhatikan kesehatan dan kebersihan, ternyata juga memiliki prinsip hidup damai.

Bagi orang Jepang perdamaian tidak hanya menjadi tugas pemerintah, mereka memulai dari diri dan lingkungannya. Orang Jepang sangat berhati-hati untuk tidak menyakiti dan menjaga perasaan orang lain, mereka selalu menghormati orang lain dengan tradisi Ojigi, membungkukkan badan dan selalu berusaha menggunakan bahasa yang sopan dan halus atau yang dikenal dengan tradisi Aisatsu, mengucapkan permisi dan meminta maaf dalam percakapan.

Peristiwa bom atom yang meledakan Kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 menghancurkan kehidupan orang-orang Jepang pada masa itu. Selama perang dunia kedua, Hiroshima dan Nagasaki yang terletak di sisi selatan Jepang menjadi sasaran utama pengeboman. Peristiwa kelam itu juga yang akhirnya membuat masyarakat Jepang berusaha untuk menjaga perdamaian, mereka sudah merasakan penderitaan yang luar biasa dan tidak ingin terulang lagi. Bagi mereka peperangan dan konflik hanya akan membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi kedua belah pihak. 

Selain itu sejak tahun 2011 dua orang yang bernama Profesor Nassrine Azimi dan Profesor Tomoko Watanabe di Hiroshima berinisiatif untuk membuat program Green Legacy Hiroshima atau Warisan Hijau Hiroshima. Mereka membagikan bibit tanaman Sakura dan tanaman-tanaman lain yang bertahan hidup setelah peristiwa bom Atom 74 tahun yang lalu, ke pihak-pihak yang tertarik. Hingga sekarang telah tersebar di 34 negara, mulai dari Afganistan hingga Amerika Serikat. Bibit-bibit tanaman ini diharapkan menjadi pesan damai, harapan agar dunia bebas dari nuklir.[]

Penulis: Hijrah Saputra, S.T.

Master Student of Tourism and Hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University

Owner & Founder Piyoh Design & Mister Piyoh

Creative Leader of The Leader (www.the-leader.org)

*Nominator Frans Seda Award 2016
*Marketeer Of The Year Markplus 2015

*Marketeer Techno Start Up Icon 2014

*MDGs Award winner 2013

*Wirausaha Muda Mandiri Creative Industry 2013

*Runner Up My Selangor Story 2013

*Agam Tourism Ambbassador of Provinsi Aceh 2008.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.