16 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


26 Maret 1873 - 26 Maret 2019, 146 tahun Lalu, Maklumat Perang Kaphe Belanda Terhadap Kesultanan Aceh

...

  • portalsatu.com
  • 26 March 2019 09:30 WIB

Tuanku Warul Walidin.
Tuanku Warul Walidin.

Oleh Tuanku Warul Walidin, salah seorang cicit Sultan Aceh Darussalam yang Aceh terakhir.

26 Maret 1873 - 26 Maret 2019, Tepat 146 tahun Yang Lalu, dalam Maklumat Perang Kerajaan Kaphe Belanda Terhadap Kesultanan Aceh.

3 Bulan kemudian Belanda dinyatakan kalah dalam agresi militernya yang pertama. Hingga mereka harus mengatur strategi menaklukkan Kesultanan Aceh di tahun berikutnya. Segala daya upaya, cara licik, cara kotor, tipu muslihat dan siasah Kecurangan harus mereka (Belanda) kerahkan untuk menaklukkan Kesultanan Aceh.

Hasilnya nihil, kekuatan pertahanan Aceh tidak semudah yang mereka bayangkan. Hingga pendudukan pun mereka masih dalam pressure “Aceh Soldier”. Hingga pusat pemerintahan Kesultanan Aceh berpindah ke Keumala Dalam sekira tahun 1878, dibawah Pemerintahan Assultan Alaiddin Muhammad Daudsyah bersama para Pembesar Kesultanan Aceh Lainnya Pemerintahan dibangun kembali. Dan mampu membuat Belanda yang telah menguasai Bandar Aceh Darussalam (Banda Aceh) menjadi terperangkap dari dibalik jalur Lambaro Kaphe hingga Ulee Lheu. Mereka gagal keluar dari zona tersebut.

Ini perang termahal dalam sejarah Kolonial Belanda. Mereka diambang kebangkrutan, hingga mengatur siasah keji dan kotor dengan menjebak Sultan melalui penculikan Permaisuri dan Putra Mahkota. Tepatnya di Sigli pada 1903 Sultan diberi ultimatum untuk melakukan perundingan di Sigli.

Akhirnya pada saat Sultan tiba di tempat yang telah disepakati pihak Belanda langsung menawan Sultan yang seyogyanya diajak berunding malah ditangkap. Belanda mengajukan surat pernyataan takluknya Aceh di bawah Kerajaan Belanda untuk ditanda tangani Sultan, tetapi dengan tegas Sultan menolak dan merobek surat tersebut, hingga beliau menyatakan tidak menyerahkan Aceh kepada Belanda. Sebab bila beliau mau menyerah dan menanda tangani pernyataan takluk kepada Belanda maka Belanda akan mengembalikan semua harta Kesultanan  yang telah disita termasuk dibagunnya kembali Istana Daruddunya yang telah dibakar. Dan Kesultanan Aceh akan menjadi “Commonwealth” nya kerajaan Belanda seperti Malaysia dan Brunai di bawah Inggris.

Akhirnya Perang Semesta ini terus berkobar tiada henti. Hingga Sultan Pun harus di “Externiring” keluar Aceh karena pengaruhnya masih sangat kuat bila masih berada di Aceh. Hingga beliau mangkat pada 1939 di Batavia.

Alfatihah untuk syuhada perang Aceh Belanda 1873-1939 hingga menjadi modal lahirnya Republik Indonesia. Mari kita kirimkan alfatihah untuk para syuhada perang Aceh.

#Peringatan146TahunMelawanKaphe.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.