24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Anakku Berulang Tahun, Ada Kue dan Surat ala Zaman Old

...

  • portalsatu.com
  • 09 April 2019 07:30 WIB

Oleh Taufik Sentana

Guru dan Penggiat Literasi Aceh Barat. Pernah bergabung di Forum Lingkar Pena Aceh, periode awal.

Ulang tahun bukan tradisi yang istimewa di keluarga kami. Walaupun terkadang kami merayakannya juga, tapi dengan konsep yang  seminimalis mungkin dan lebih mengedepankan tasyakur. Jadi, kegiatan ulang tahunan ini bisa saja bukan pas di tanggal kelahiran, kadangpun hanya sekadar berbagi hadiah saja sesama saudara di rumah.

Namun untuk hari ini, 8 April 2019, ada permintaan khusus dari anak kami yang kedua, lahir tahun 2006 lalu. Ia ingin kue ulang tahun. Keinginan ini menjadi wajar, karena iapun sedang berada jauh dari kami, di tempat belajarnya, di salah satu pesantren di Lhokseumawe. Awalnya memang kami alihkan perhatian agar tidak sampai terlaksana yang ia maksud, tapi karena dorongannya dan  juga faktor rindu dengan keluarga, permintaan kue ulang tahun itu kami luluskan. 

Karena waktu agak sempit dan biar praktis, kuenya kami pesan saja, seharga seratusan ribu, kue bolu berlapis cokelat dan seuntai hiasan doa "Barakallah Fi 'umrik". Kue itu dikemas sedemikian rupa agar tidak penyot,  sesampai disana. Tentu uminya juga menyiapkan bingkisan kecil lain sebagai hadiah atas nama kakak dan adik-adiknya di Meulaboh. 

O ya, tak lupa juga beberapa carik surat ala zaman old, yang berisi ucapan selamat dan beberapa kalimat penyemangat dan pembangkit kegembiraannya untuk tekun belajar sembari menghafal Quran. "Ini hanya bigkisan kecil dari hati dan doa kami yang Besar", tulisku di surat untuknya.

Alhamdulillah, paketnya sampai di tempat sesuai waktu, dan ia baru menerimanya saat siang, sebab paginya ia sedang di kelas.
Tentu ia senang dan bangga menerimanya, walau ia tetap ingin juga ada kami disana. Rupanya kuenya juga tak bisa ia cicipi langsung, karena sedang puasa senin. Disamping itu, kontur kuenya juga agak berubah karena efek hempasan di atas mobil (12 jam peejalanan) tapi tidak penyot, hanya rusak di bagian hiasan atas.

Dalam menikmati kue ultahnya, kami tak lupa berpesan untuk berbagi dan bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah Berikan. Semoga kiriman kue ultah dan bingkisan tersebut menjadi perekat hubungan kami di saat berjauhan: Moga Allah selalu Membimbingnya dalam kesungguhan dan ketaatan, Aamiin.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.