24 February 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bluka Teubai Pesta Maulid, Cinta pada Baginda Nabi SAW

...

  • PORTALSATU
  • 10 January 2017 23:00 WIB

Penduduk Bluka Teubai, Aceh Utara, menyaksikan zikir moled di meunasah.
Penduduk Bluka Teubai, Aceh Utara, menyaksikan zikir moled di meunasah.

HARI Senin, tanggal 9 di bulan Januari tahun 2017, kemarin, tanggal itu telah berlaku. Adalah cinta, mereka yang di Bluka Teubai tengah larut dalam rasa. Iaitu memperingati hari lahirnya baginda rasul termulia Muhammad SAW. Yangmana di beberapa bulan ini akan terus ada acara-acara untuk mengenang kembali akan ia Nabi terakhir panutan manusia.

Seluruh daerah bahkan dunia, apalagi di Aceh, tidak ada yang tidak merayakan hari yang penuh cinta itu apabila datangnya waktu di masanya Moled Nabi (hari lahirnya Nabi besar Muhammad SAW). Seluruh  penjuru gampong akan terdengar suara-suara syair yang menggema, semua melafazkan cinta kepada kekasih Allah SWT tersebut.

Itulah acara yang sudah berlaku kemarin di tanah lahirku, di tempat pertama aku melihat dunia, Gampong Bluka Teubai (Belukar Lebat/bahasa Melayu), Aceh Utara. Walau tidak bisa berhadir di sana, akan tetapi hati dan jiwaku, kemarin telah bersama, melebur dengan ayah Muhammad Isa-ibu Manawiah yang amat kusayangi, keluarga tercinta dan dengan semua handai taulanku yang tengah bergembira pada perhelatan raya kemarin itu.

Bahpun hari ini, Selasa, tanggal 10 Januari 2017, di salah satu kedai kopi kota Banda Aceh, dengan air mata tinta yang kutuliskan dalam surat bahagia ini, aku hanya bisa menyampaikan rasa bangga kepada seluruh handai taulan, Pak Geuchik, Tuha Peuet, Tuha Lapan, dan semua para ureueng tuha gampong, karena telah sukses mengadakan acara yang begitu meriah.

Memang, semenjak umur telah harus mencari arti di diri (menuntut ilmu, merantau dan semacamnya). Di ketika itulah terkadang sudah jarang-jarang berkesempatan sepenuhnya untuk bisa bersama dengan sekalian handai taulan. Namun apa daya, dan jelas kerana hidup harus terus diperjuangkan. Semua manusia berkewajiban tentang itu (memperjuangkan kehidupan), kita tahu perihal tersebut.

Dan bila memutar kembali memori ini, masih-masih sangat segar di pikir, tatkala dulu masih bisa merasakan, merayakan, memperingati Moled Nabi bersama. Jauh-jauh hari terlihat suasana gampong sudah berbeda, warga-warga sudah mulai sibuk merapikan rumput-rumput yang ada di pinggir jalan tepat di hadapan rumah masing-masing. Begitu juga areal Meunasah, semakin membuat mata terjatuh ke dalam cinta pabila memandanginya.

Begitu tiba sehari sebelum acara, adalah Cut Po, Ma Teh, Miwa-Miwa, Cuda Halimah, Kak Fatimah, dan anak-anak dara. Duhai sibuknya mereka, sangat terlihat sibuk adakala untuk memasak menu-menu yang ada, menyiapkan daun-daun pisang sebagai pembungkus nasi dan terlihat sangat-sangatlah sibuk mereka. Anak-anak kecil pun bermain-main di halaman rumah.

Di Meunasah juga begitu suasananya, Pak Geuchik, Tgk Imum, Abu Ghani, Apa Naha dan anak-anak Muda, sibuk memasang tenda, menghias Meunasah dan sebagainya. Kekompakan, persatuan adalah di sana terlihat nyata. Semua gampong akan begitu tatkala datangnya waktu untuk memperingati hari lahirnya baginda rasul Muhammad SAW.

Di malam setelah sehariannya berselawat, berzikir dalam syair-syair cinta, menikmati bersama akanpada hidangan yang sudah tersedia, juga ada dakwah islamiah. Pada waktu hari Moled, para warga dari gampong-gampong tetangga juga turut diundang, kerana tidak sekalian acara itu dirayakan, begitu sebaliknya. Adalah jadwal di masing-masing gampong itu.

Beberapa bulan acara tersebut terus akan berlaku, bahpun dengan apa yang sudah kita lakukan, belum seberapa, masih sangat-sangat kurang jika dibandingkan dengan kasih-sayang, perjuangan, apa yang telah diperjuangkan Nabi Muhammad dahulu untuk kita ummatnya ini. Sungguh tidak seberapa. Dan gilalah mereka-mereka itu bahkan melebihi seorang yang gila, jika tidak mensyukuri, memperingati hari lahirnya junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW.

Sehari sudah berlalu, di gampongku Bluka Teubai, hari Moled itu sudah berlaku. Dan aku mendapati kabar bahwa acara itu sangat-sangat meriah, semoga di tahun-tahun hadapan meriahnya itu semakin bertambah-tambah dan terus ada peningkatan dari tahun-tahun yang sudah berlalu.

“Teruslah kompak dan bersahaja, kitalah yang bisa dan selalu harus membuat perubahan kepada yang lebih baiknya lagi untuk gampong kita Bluka Teubai tercinta.” Ini mungkin hanya sedikit dari pesanku sahaja, yang jelas aku sangat-sangat bangga.[]

Penulis: Syukri Isa Bluka Teubai, penyuka sastra dan salah seorang aneuk gampong Bluka Teubai.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2015 - 2017 All Rights Reserved.