17 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cerita Mantan Kombatan Lumpuh Menangis Saat Dijenguk Tgk. Muhar

...

  • PORTALSATU
  • 22 November 2018 11:30 WIB

Tgk. Muhar membesuk Zainuddin alias Gajah Puteh. Foto: Reja
Tgk. Muhar menyerahkan kursi roda kepada Muzakir alias Tgk. Alue. Foto: Reja
Tgk. Muhar memeriksa kondisi Abdurrahman yang berbaring di atas becak. Foto: Reja

LHOKSUKON - Muzakir alias Tgk. Alue tidak bisa menggerakkan kedua kakinya. Mantan kombatan GAM itu hanya bisa berbaring di rumahnya yang berkonstruksi kayu sudah lapuk di Gampong Blang Seunong, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.

Kedua lutut Tgk. Alue kini tampak bengkak. Sejak mengalami lumpuh, ayah tiga anak itu juga tidak bisa lagi berbicara dengan lancar. "Tgk. Alue sudah lama mengalami lumpuh. Kondisinya sangat memprihatinkan, karena beliau hidup dalam kemiskinan," ujar Azwir alias Tgk. Aceh, mantan kombatan di Baktiya Barat.

Lantaran Tgk. Alue tidak bisa lagi mencari nafkah akibat menderita lumpuh, selama ini istrinya menjadi tulang punggung keluarganya dengan bertani di sawah. "Keluarga miskin itu membutuhkan perhatian pemerintah," kata Tgk. Aceh.

Penderitaan Tgk. Alue itu disampaikan sejumlah ekskombatan di Baktiya Barat, termasuk Tgk. Aceh kepada Tgk. Muharuddin, anggota DPRA dari Aceh Utara. Sehingga Tgk. Muharuddin akrab disapa Tgk. Muhar mengunjungi Tgk. Alue, Rabu, 21 November 2018, sore.

Tgk. Alue pun menangis dalam pelukan Tgk. Muhar saat mantan Ketua DPRA itu memberi semangat agar ia tetap tabah dan tidak putus asa akibat penderitaan yang dialami selama ini. Dalam kunjungan itu, Tgk. Muhar turut membawa kursi roda untuk Tgk. Alue yang kedua kakinya lumpuh. "Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban beliau," ujarnya.

Dari rumah Tgk. Alue, Tgk. Muhar kemudian membesuk Zainuddin alias Gajah Puteh, mantan kombatan yang sedang dirawat di rumahnya, Gampong Matang Ulim, Kecamatan Baktiya, Rabu malam. Kedua kaki Zainuddin diamputasi usai mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar tiga bulan lalu. Kecelakaan di jalan raya itu terjadi di kawasan Meureudu, Pidie Jaya, saat ia berangkat ke Banda Aceh untuk bekerja sebagai buruh bangunan.

Tgk. Muhar memeluk Zainuddin setelah mendengar kisah pilu kehidupan ayah empat anak itu. Pelukan Tgk. Muhar membuat Zainuddin meneteskan air matanya. Selain memberikan motivasi, Tgk. Muhar juga membantu kursi roda untuk mantan kombatan tersebut.

"Bang Zainuddin salah satu warga kurang mampu di gampong ini. Kita bisa lihat, kondisi rumah beliau juga sangat menyedihkan. Mudah-mudahan pemerintah memberikan rumah bantuan kepada Bang Zainuddin," ujar Keuchik Matang Ulim, Hamdani.

Saat Tgk. Muhar meninggalkan rumah Zainuddin, sejumlah warga Matang Ulim yang sudah menunggu sejak tadi, lalu membawa anggota DPRA itu ke rumah seorang tuha peut di gampong itu. Tidak lama kemudian muncul sebuah becak yang membawa Abdurrahman alias Raman ke rumah tuha peut tersebut.

Abdurrahman merupakan mantan kombatan di Matang Ulim yang menderita lumpuh akibat kecelakaan. Abdurrahman meminta warga setempat mengantarnya dengan becak ke rumah tuha peut agar bisa berjumpa dengan Tgk. Muhar. Mantan Ketua DPRA itu pun merasa prihatin saat melihat langsung kondisi Abdurrahman, sehingga ia turut memberikan bantuan kepada mantan kombatan yang selama ini hidup miskin tersebut.[]

Penulis: Reja

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.