13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Festival Rapai akan Digelar di Lhokseumawe, Ini Rangkaian Pertunjukan

...

  • PORTALSATU
  • 30 October 2018 11:30 WIB

Konferensi pers ACIRAF. @Rizkita
Konferensi pers ACIRAF. @Rizkita

LHOKSEUMAWE - Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kota Lhokseumawe akan menggelar Aceh International Rapa'i FestivalĀ  (ACIRAF) 2018, di Lhokseumawe, 4 - 7 November 2018.

Kegiatan mengusung tema "Piasan Raya Rapa'i Aceh" itu dirangkai beberapa pertunjukan. Di antaranya, Rapa'i International Concert, Rapa'i Street Art, Meet and Greet, Jeulikat Field Trip, Aceh Culture Expo, Welcome Lunch (Khanduri Peumulia Jamee), dan pawai budaya.

Direncanakan, event itu diadakan di beberapa titik, yakni Stadion Tunas Bangsa, Lapangan Sudirman, eks-GOR Cunda, dan Waduk Jeulikat, Lhokseumawe. Dijadwalkan acara itu dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya.

Hal itu disampaikan Ketua DKA Kota Lhokseumawe, Nazaruddin, didampingi Ivan Feriadi (Project Manager ACIRAF 2018), dan perwakilan Disdikbud dan Disporapar Kota Lhokseumawe, saat konferensi pers di salah satu kafe Lhokseumawe, 28 Oktober 2018.

Ivan Feriadi mengatakan, Kota Lhokseumawe dipercaya menjadi tuan rumah event bertaraf internasional tersebut, karena para pegiat rapa'i di daerah ini cukup banyak. Diperkirakan ada 2.000 pegiat di Lhokseumawe, terbanyak di Provinsi Aceh. Artinya, musik perkusi atau instrumen Aceh khususnya Rapa'i Urouh dinilai berhasil terjaga dengan baik eksistensinya, sehingga saat ini masih diminati masyarakat Lhokseumawe dan Aceh pada umumnya.

Menurut Ivan Feriadi, ACIRAF 2018 merupakan perhelatan musik perkusi di Aceh yang berbasis islami dan berskala internasional. Tujuan kegiatan itu untuk memperkenalkan beragam kekhasan dan seni perkusi Aceh kepada masyarakat luar negeri, dan menggaungkan rapa'i sebagai salah satu item musik perkusi dunia.

"Sejumlah tamu dari luar negeri juga akan meramaikan acara tersebut seperti Malaysia, Thailand, dan India. Sedangkan dalam negeri ada tim Marawis Hajar Aswad dari Jakarta, dan juga sanggar kesenian dari Riau dan Sumatera Barat. Untuk tim lokal Aceh yang berbasis seni rapa'i, akan diikutiĀ  grup rapa'i Sanggar Pidie Jaya, Rapa'i Urouh Lokseumawe, Rapa'i Urouh Aceh Utara, dan Bireuen," kata Ivan Feriadi.

Ivan menambahan, event itu akan dimeriahkan berbagai pertunjukan, seperti seni musik perkusi Aceh, seniman perorangan, seni musik kreasi atau kolaborasi etnik modern Aceh, penampilan artis Aceh yang bernuansa Aceh world music, dan seni tradisi Aceh lainnya.[]

Laporan Rizkita, pelajar Basri Daham Journalism Institute (BJI) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.