19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ibu-ibu Jama'ah Sirul Mubtadin Ikuti Pelatihan dan Lomba Fardhu 'Ain, Kifayah dan Doa Shalat

...

  • portalsatu.com
  • 23 September 2019 09:00 WIB

Tu Sop. @Al Fadhal/BMU
Tu Sop. @Al Fadhal/BMU

Ratusan Ibu-ibu Jama'ah Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin Kecamatan Peulimbang mengikuti penutupan pelatihan & lomba fardhu’in, kifayah dan doa shalat secara tajwid dan fasih.

Perlombaan antar-Majelis Taklim Gampong ini turut dihadiri unsur Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Peulimbang, Camat, Kapospol, Danramil, Abiya Rauhul Mudi, Imum Mukim, para Keuchik, Sekdes, Imum Gampong, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan perangkat gampong, yang dilaksanakan di Pesantren Darul Hidayah Gampong Rambong Payong Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen, Minggu, (22/09/2019) pagi.

Ketua Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin Aceh Cabang Kabupaten Bireuen Tgk. Sulaiman di sela-sela acara menyebut kegiatan ini merupakan implementasi dari program Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin untuk pembekalan fardhu'in para jamaah dalam melakukan ibadah sehari-hari.

 “Acara perlombaan ini sebenarnya sebagai patron kita untuk melihat hasil pencapaian ibu-ibu jamaah Sirul Mubtadin setelah mengikuti pelatihan selama dua bulan terakhir di gampong masing-masing. Maka kita beri apresiasi sebagai majelis terfavorit kepada satu Majelis Taklim yang tampil dengan baik," sebut Tgk. Sulaiman yang sering disapa Walidi. 

Walidi menambahkan dari 21 gampong di Kecamatan Peulimbang hanya 15 gampong yang mengikuti pelatihan ini, Gampong Teupin Panah, Seuneubok Nalan, Seuneubok Punti, Uteun Rungkhom dan Uteun Sikumbong. Selanjutnya Gampong Seuneubok Seumawe, Seuneubok Aceh, Garab, Padang Kasap dan Kreung Baro. Terakhir Gampong Bale Daka, Seuneubok Teungoh, Seuneubok Peulimbang, Cot Geulumpang dan Matang Kule.

"Di antara ke 15 desa tersebut Majelis Taklim Gampong Uteun Sikumbong meraih juara favorit," sebutnya.

Dikatakan Walidi, mereka sebelumnya telah dibekali dan dilatih setiap minggu di gampong masing-masing oleh 3 orang instruktur sekaligus Dewan Juri masing-masing Tgk. Khalili, Tgk. Samsol Bahri dan Tgk. H. Mukhlis, S.Ag. 
 
Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau Tu Sop, Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) sekaligus Penasihat Forum Majelis Taklim Sirul Mubtadin Aceh Pusat dalam tausiahnya mengatakan pentingnya pelatihan doa shalat, apalagi buat perempuan yang notabene guru pertama bagi anak-anak di rumah. Islam terbangun atas 5 pondasi (rukun Islam), maka ada empat macam bentuk ibadah seorang muslim dalam pondasi tersebut di mana shalat menjadi ibadah urutan pertama. 

"Dalam pandangan Islam seorang muslim yang meninggalkan shalat itu layak dipancung, artinya lebik baik mati daripada hidup di dunia tanpa mengerjakan shalat. Orang-orang tersebut akan sangat menderita di akhirat nanti. Bayangkan 1 hari saja kita meninggalkan shalat akan berisiko 60 tahun atau lebih masuk neraka, apalagi berbulan-bulan atau bertahun-tahun meninggalkan shalat, kecuali kita bertaubat memohon ampunan dan mengkadhanya, mudah-mudahan Allah akan memberi keringanan kepada hamba-Nya," ujar Tu Sop yang juga pendiri Dayah Multimedia Aceh ini.[]

Pengirim: Al Fadhal: Aktivis Ikatan Penulis Santri Aceh/IPSA Kabupaten Bireuen.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.