19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata GM PLN Aceh Soal Listrik saat Ramadhan

...

  • PORTALSATU
  • 02 May 2019 23:00 WIB

Foto Khairul Anwar
Foto Khairul Anwar

BANDA ACEH - PT PLN (Persero) Wilayah Aceh berjanji mengupayakan tidak terjadi pemadaman listrik di bulan Ramadhan. Sehingga disiapkan daya tambahan 200 MW dari PLTU Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara.

General Manager (GM) PT PLN Aceh, Jefri Rosiadi mengatakan, beban puncak penggunaan listrik di Aceh pada Ramadhan tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 450 Megawatt (MW), sedangkan pada tahun 2017 berkisar 360-370 MW.

Dia menjelaskan, pasokan listrik untuk Aceh belum mencukupi. Namun seiring beroperasi beberapa PLTU di Aceh, seperti Gardu Induk (GI) Kutacane kapasitas 30 MVA untuk menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), GI Subulussalam dan GI Takengon total kapasitas 60 MVA, pasokan listrik kini mulai normal.

“Provinsi Aceh tak ada lagi trasnsisi krisis listrik. Bahkan setelah beroperasi beberapa PLTU kondisi listrik di Aceh mulai stabil,” kata Jefri pada acara gelar pasukan dan peralatan siaga kesiapan pasokan listrik menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, di halaman Kantor PLN Aceh, Kamis, 2 Mei 2019.

Menurut Jefri, sekitar 180 MW listrik untuk Aceh masih disuplai dari Sumatera Utara. "Ini untuk menutupi kekurangan daya listrik saat beban puncak di Aceh. Sedangkan daya listrik bersumber dari PLTU Nagan Raya yang tersedia mampu dipenuhi yakni sebesar 330 MW".

“Apabila nantinya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun dengan kapasitas 254 megawatt, maka dipastikan suplai arus listrik di Aceh akan terpenuhi,” tegasnya.

Menurut dia, penggunaan daya listrik pada bulan Ramadhan di Aceh akan meningkat dibanding hari-hari biasa. Peningkatan itu dipicu penggunaan listrik pada waktu yang bersamaan. "Sehingga beban daya listrik harus ditambah antara 20 MW hingga 30 MW. Kalau tidak ada penambahan, untuk kebutuhan selama bulan Ramadhan tidak mencukupi," kata Jefri.

Jefri menyebutkan, PLN Aceh mengupayakan semaksimal mungkin agar selama bulan Ramadhan tidak terjadi pemadaman pada waktu-waktu tertentu. Sehingga tidak terganggu pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.

“Semoga nanti kondisi listrik berjalan lancar supaya pelaksanaan ibadah puasa berjalan lancar,” ucapnya.[]

Penulis: Khairul Anwar

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.