20 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Mufti Damaskus Tentang Pelantikan Pengurus Tastafi di Aceh

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 19 April 2018 16:25 WIB

Mufti Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuny. @Helmi Abu Bakar
Mufti Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuny. @Helmi Abu Bakar

BANDA ACEH - Gaung dan ruhnya Majelis Zikir dan Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fikih (Tastafi) bukan hanya terasa di Nusantara, tapi sampai ke Eropa dan Timur Tengah termasuk ke Suriah, negeri yang sedang dibombardir Amerika Serikat dan sekutunya.

Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuni, ulama terkemuka yang juga Mufti Agung Ibukota Damaskus, mengungkapkan rasa gembira dan bahagia dengan lahirnya Tastafi, yang dipelopori Syekh Abu MUDI dan ulama lainnya. Syekh Adnan berharap Tastafi ini terus berkembang serta mendapatkan taufik dari Allah SWT.  Hal itu disampaikan Syekh Adnan kepada pengurus Tastafi Pusat, Selasa,  17 April 2018.

"Aceh merupakan negeri mulia, Syekh Abu MUDI dan ulama besar yang pernah saya jumpai di sana yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Saya menyampaikan rasa senang, saya bahagia dan doa saya agar Masyru (Tastafi) ini mendapatkan taufik Allah," kata Syekh Adnan.

Ulama besar Suriah yang juga Wakil Rektor Universitas Ahmad Kuftaro itu menambahkan, Masyru (Tastafi) ini  merupakan masyru besar, masyru tarbawi. Tastafi dengan kolaborasi tasawuf, tauhid dan fiqh (fikih) mampu membentuk akal dengan ilmu, dan ruh dengan tauhid, dan nafs dengan tazkiyah dan tasawuf.

"Masyru besar ini hakikatnya merupakan sebuah wadah berkumpulnya segala kebaikan. Tasawuf, tauhid dan fikih yang merupakan tiga pondasi (tastafi) ini merupakan yang menopang kehidupan seorang Muslim dan membentuk seorang dai di jalan Allah. Karena tidak mungkin untuk seorang dai dan pribadi seorang Muslim kecuali pada dirinya harus memiliki tiga dasar ini (tasawuf, tauhid dan fikih)," ujar ulama yang pernah mengunjungi Indonesia dan Aceh beberapa waktu lalu.

Menurut Syekh Adnan, seseorang yang dalam dirinya ada akidah yang kuat dan benar, fikih dari Alquran dan sunah, dan para tokoh yang mengambil cahaya dari hati Rasulullah SAW sebagaimana guru kita dan imam kita Imam Syafii rahimahullah, dan setelah itu muncullah hasyaru zawiya dan baitul qasid (tempat tazkiyah).

"Hal ini dilakukan untuk pensucian diri. Sebagaimana firman Allah, ‘Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka dan mentazkiyah mereka (mensucikan mereka), dan mengajarkan pada mereka kitab dan hikmahnya padahal sebelumnya mereka dalam kesesatan yang nyata’," ujar sang Mursyid Tarekat Naqsyabandiah itu.

Terakhir, ulama besar itu mengucapkan selamat, semoga Tastafi terus berkembang dan berkiprah di bumi dengan membawa misi Baginda Nabi Muhammad SAW dengan taufik-Nya.

"Selamat kepada Tastafi dan semuanya semoga Allah menambahkan taufik untuk kita semua dengan menyebarkan risalah Nabi Muhammad dan dinullah. Insya Allah kita harap ini semuanya diterima Allah SWT dan semoga kita bisa jumpa lagi dalam waktu dan kesempatan yang lain,” kata Syekh Adnan.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.