13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keluarga Mufti Malaysia Ziarah Situs Sejarah di Aceh Utara

...

  • PORTALSATU
  • 27 November 2018 17:00 WIB

Foto: dok. CISAH
Foto: dok. CISAH
Foto: dok. CISAH

LHOKSUKON - Syaikh Muhammad Jamil Shadiqi bin Dato' Syeikh Tajuddin Al-Jarumi berziarah ke beberapa situs makam sultan dan ulama Kesultanan Sumatra (Samudra Pasai) di Aceh Utara, 24-25 November 2018.

Syaikh Muhammad Jamil Shadiqi merupakan putra Mufti Malaysia, Syaikh Tajuddin Al-Jarumi. Ia berguru langsung dengan Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki, Syaikh Muhammad Yasin Al-Fadani, Syaikh Muhammad Daud Al-Fathani, Syaikh Muhammad Al-Mandaili dan beberapa ulama terkemuka lainnya.

Syaikh Muhammad Jamil Shadiqi juga mengajar pengajian kitab turas dan umum. Selain itu, ia merupakan pendiri Mahad Tahfiz Syeikh Tajuddin Al-Jarumi.

Dalam kunjungannya ke Aceh Utara, Syaikh Muhammad Jamil Shadiqi bersama rombongan keluarganya disambut secara kekeluargaan oleh Camat Nibong, Fauzi Harun, S.IP., dan Kepala KUA Tgk. Andi Saputra, didampingi tokoh ulama, tokoh adat, jajaran KPA, serta beberapa geuchik di Kecamatan Nibong.

Pada kesempatan tersebut, pihak Lembaga CISAH memaparkan beberapa situs tinggalan sejarah yang berada di Nibong dan beberapa wilayah pedalaman Aceh Utara, antara Krueng Pase dan Keureuto. Di antaranya, yang paling disorot CISAH serta mendapat perhatian dari Syaikh Jamil Shadiqi dan keluarga adalah tentang sebuah makam di Meunje Tujoh, Kecamatan Pirak Timu.

Makam itu milik seorang Ratu yang dipertuan agung di Pasai dan Kedah bernama Malikah Dannir yang pada nisannya disebut merupakan cicit dari Raja Kedah. Namun, CISAH meyakini yang dimaksud Kedah di prasasti nisan tersebut bukanlah Kedah di Malaysia, tetapi wilayah bagian tengah di pedalaman Aceh Utara, dahulunya juga bernama Kedah.

Namun diyakini antara Kedah yang berada di Aceh Utara dan Kedah di Semenanjung mempunyai ikatan sejarah sejak dahulunya. Ini dibuktikan dengan toponimi (penamaan) Kedah itu sendiri. Selain masa lampau, ikatan itu juga terjalin sampai kini.

Selain ke Nibong dan Pirak Timu, rombongan dari Malaysia itu juga berziarah ke beberapa situs sejarah di kawasan inti tinggalan sejarah Kesultanan Sumatra yang berada di Kecamatan Samudera, Aceh Utara.[]

Penulis: Sukarna Putra, Wakil Ketua CISAH.
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.