24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mengajarkan Seni Budaya Aceh di Jepang

...

  • PORTALSATU
  • 08 January 2019 20:00 WIB

Foto: dok. Hijrah Saputra
Foto: dok. Hijrah Saputra

Seni budaya dan kuliner menjadi salah satu media yang ampuh untuk mempromosikan suatu daerah ataupun negara. Dengan cara promosi yang popular ini nantinya akan memberikan pemahaman dua arah dan menjaga hubungan baik di antara keduanya.

Kali ini saya dapat kesempatan untuk berkumpul dan bermain bersama anak-anak Jepang di acara Beppu Children Camp. Beppu Children Camp merupakan program yang diadakan Pemerintah Beppu dan Beppu Children Association untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bertemu dan belajar dengan kakak-kakak atau abang-abang volunteer dari negara yang berbeda. 

Programini ditujukan terutama untuk anak-anak yang memiliki orang tua tunggal, harapannya bisa memberikan kesempatan untuk mereka merasakan liburan yang menyenangkan yang kemungkinan tidak bisa dirasakan seperti keluarga yang orang tuanya lengkap. Luar biasa ya pemerintahnya.

Ada kurang lebih 80 anak dari sekolah yang berbeda di Kota Beppu, mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 SD. Kemudian anak-anak tersebut dibagi ke beberapa kelompok yang nantinya didampingi oleh kakak-kakak volunteer dan juga siswa SMA yang menjadi volunteer. 

Kakak-kakak dan abang-abang volunteer ada sekitar 12 orang yang berasal dari China, Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Kamerun dan Indonesia.

Pada malam hari sesi permainan dan saling bertukar kebudayaan yang dimiliki oleh kakak-kakak volunteer. Sesi pertama dimulai dari kakak volunteer dari China dengan permainan lempar dan kejar sapu tangan. Kemudian dilanjutkan dengan tarian kipas dari Malaysia dan tarian dari Thailand. 

Saya sendiri mengajarkan anak-anak untuk mengenal Indonesia, terutama Aceh. Ternyata di Beppu, tarian Aceh menjadi salah satu yang diminati karena gerakan yang rancak dan juga membutuhkan kerja sama antarpenari. 

Salah satu tarian tradisional Aceh yang sudah dikenal baik di Beppu adalah Tarian Ratoh Jaroe. Ya, walaupun di sini mereka menyebutnya dengan nama Tari Saman. Tarian yang jadi tarian pembukaan Asian Games 2018 ini sudah menjadi salah satu ikon tarian Indonesia yang sering ditampilkan oleh mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) dan sering diundang pemerintah untuk ditampilkan di banyak acara. Jadi ikut bangga juga, walaupun anak Aceh belum pernah ada yang kuliah di APU.

Antusias anak-anak untuk belajar Tarian Ratoh Jaroe sangat besar. Ketika saya membatasi hanya sembilan saja yang akan ikut latihan, ternyata semua ikutan berebut untuk mendapat posisi tersebut, bahkan mereka juga harus bersaing dengan kakak volunteer lain yang ingin ikutan belajar.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil 15 relawan, sedangkan yang lain boleh mengikutinya di tempat duduk mereka masing-masing bersama dengan temannya yang lain.

Ternyata karena semangat dan keingintahuan mereka yang tinggi, latihan Tari Ratoh Jaroe untuk satu gerakan bisa dilakukan dengan baik dalam waktu 15 menit. Hal ini membuat mereka ingin tahu gerakan-gerakan yang lain dan menunggu untuk jadwal latihan selanjutnya.

Saya berharap dengan mengetahui kesenian Aceh, anak-anak di Jepang nantinya akan mengenal Aceh lebih dalam lagi dengan mengunjungi Aceh di masa depan.[]

Penulis: Hijrah Saputra, S.T.
Master Student of Tourism and Hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University
Owner & Founder Piyoh Design & Mister Piyoh
Creative Leader of The Leader (www.the-leader.org)

*Nominator Frans Seda Award 2016
*Marketeer Of The Year Markplus 2015
*Marketeer Techno Start Up Icon 2014
*MDGs Award winner 2013
*Wirausaha Muda Mandiri Creative Industry 2013
*Runner Up My Selangor Story 2013
*Agam Tourism Ambbassador of Provinsi Aceh 2008.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.