19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mengenal Kimono, Pakaian Tradisional Jepang

...

  • PORTALSATU
  • 12 March 2019 18:00 WIB

Foto dokumen Hijrah Saputra
Foto dokumen Hijrah Saputra

Salah satu yang menjadi daya Tarik Jepang adalah pakaian tradisional yang dimiliki mereka yang disebut dengan kimono. Sejak dulu di masa kekaisaran, samurai dan shogun, kimono sudah menjadi pakaian kebanggaan masyarakat negeri sakura ini. Kimono sendiri berasal dari kata, Ki yang berarti memakai, dan Mono yang berarti "benda". Jadi kimono adalah sesuatu yang dipakai atau pakaian. 

Kimono berbentuk seperti huruf T. Di bagian lapisan terluar, seperti jubah berlengan yang lebar dan baju terusan. Patut diingat adalah kerah sisi kanan harus berada di bawah kerah dari sisi kiri. Kemudian dipasangkan Obi atau sabuk lebar dari bahan kain untuk ditempatkan di bagian perut atau di pinggang. Selain itu juga harus mengenakan kaos kaki, kantung kain, serta sandal semacam bakiak khas Jepang yang disebut geta atau zori. 

Menggunakan kimono cukup berat karena ada tiga lapisan yang digunakan dari lapisan dalam hingga lapisan terluar, ditambah lagi dengan obi yang dipasang sangat ketat dengan badan. Berjalan dengan kimono pun harus pelan-pelan hingga terbiasa.

Mengenakan kimono pun tak bisa sembarangan. Berbeda status pernikahan, status sosial, dan musim, juga berbeda-beda pula kimono yang dipakai. Biasanya, kimono akan dikenakan saat menghadiri pesta atau acara ritual tradisional. Misalnya upacara pernikahan tradisional Jepang, upacara minum teh, serta perayaan tahunan kepercayaan Shinto dan festival lainnya. 

Jenis kimono ada beberapa macam, hal ini dipengaruhi dari tekstur warna, serat kain atau material, dan acara yang akan dihadiri. Hanya dengan mengenakan tipe kimono tertentu, kita juga bisa mengetahui status pernikahan, umur si pemakai, dan juga tingkat formalitas acara yang dikunjungi.

Menurut berbagai keperluan dan kegunaannya, kimono dibedakan berdasarkan beberapa kategori. Pemakaian jenis kimono tertentu juga memiliki nilai filosofis khusus yang tersembunyi, membuat kimono dibedakan menjadi Kurotomesode, Irotomesode, Furisode, Homongi, Iromuji, Tsukesage, Komon, dan Tsumugi.

Ada satu lagi jenis kimono yang sering digunakan pada musim panas, yaitu Yukata. Yukata memiliki motif yang berwarna-warni. Selain itu, bahan kain yukata biasanya tipis terbuat dari kain katun yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak mudah gerah. Sehingga yukata memang sengaja dibuat untuk kebutuhan pakaian di musim panas yang cukup terik dan gerah.

Kimono pria dan wanita berbeda, biasanya wanita lebih berwarna dengan banyak hiasan gambar yang memiliki cerita, sedangkan kimono pria lebih banyak menggunakan warna yang polos atau senada, kalaupun ada gambar hanya berada di lapisan pertama pakaian. 

Buat wisatawan yang ingin menggunakan kimono, saat ini sudah banyak toko-toko tempat persewaan baju kimono khas Jepang yang mudah dijumpai di berbagai tempat wisata. Dengan harga mulai dari 3.000 yen kita bisa menggunakan kimono seharian, tetapi ada juga yang disewakan berdasarkan jam. Memakai kimono membuat sensasi liburan di Jepang jadi makin lengkap, apalagi bila bertepatan dengan musim Sakura.[]

Penulis: Hijrah Saputra, ST

Master Student of Tourism and Hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University

Owner & Founder Piyoh Design & Mister Piyoh

Creative Leader of The Leader (www.the-leader.org)

*Nominator Frans Seda Award 2016
*Marketeer Of The Year Markplus 2015

*Marketeer Techno Start Up Icon 2014

*MDGs Award winner 2013

*Wirausaha Muda Mandiri Creative Industry 2013

*Runner Up My Selangor Story 2013

*Agam Tourism Ambbassador of Provinsi Aceh 2008.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.