25 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menikah 1950 Isbat 2018, Pria 88 Tahun: Inipun karena...

...

  • PORTALSATU
  • 18 September 2018 11:00 WIB

Isbat nikah. @Rizkita
Isbat nikah. @Rizkita

LHOKSEUMAWE - Ishak bin Tgk. Cut Ben (88 tahun), dan Latifah (83 tahun), tampak bahagia usai mengikuti sidang isbat nikah di halaman Kantor Camat Nisam Antara, Aceh Utara, Senin, 17 September 2018.

Ishak dan Latifah menikah 68 tahun silam, persisnya tahun 1950. Pasangan suami istri asal Seumirah, Nisam Antara, ini pun sudah memiliki enam anak, 31 cucu dan 11 cicit. Akan tetapi, kakek nenek ini baru mendapatkan akta perkawinan alias buku nikah tahun 2018 usai sidang isbat.

"Seumur hidup saya baru ini mendapatkan buku nikah, ini pun karena perlu untuk kelengkapan naik haji," ujar Ishak tersenyum lebar. Ia sudah mendaftar untuk naik haji sejak tahun 2013. 

Selain Ishak-Latifah, 51 pasangan suami istri (pasutri) dari Gampong Alue Dua, Alue Papeun, Seumirah dan Darussalam, Kecamatan Nisam Antara, juga mengikuti sidang isbat nikah di halaman kantor camat setempat.

Isbat atau penetapan keabsahan nikah itu bagian dari pelayanan terpadu, yang difasilitasi Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK), melibatkan Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Utara, serta Kantor Urusan Agama Nisam Antara. Jadi, selain buku nikah, 52 pasutri korban konflik itu mendapatkan pula akta kelahiran, KTP dan KK di hari tersebut.  

Sebelumnya sudah dua kali dilaksanakan pelayanan terpadu itu di Aceh Utara pada tahun 2016. "Ini bagian dari kerja-kerja RPuK agar korban pelanggaran HAM mendapatkan akses pelayanan dasarnya pascakonflik. RPuK mencoba memfasilitasi kepentingan masyarakat korban dan pemerintah yang menginginkan ketertiban administrasi dapat terwujud,” kata Leila Juari, Sekretaris Eksekutif RPuK.[]

Laporan Rizkita, pelajar Basri Daham Journalism Institute (BJI) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.