18 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Respek untuk Anak Berkebutuhan Khusus

...

  • portalsatu.com
  • 31 October 2019 17:30 WIB

Tadi malam di tengah rintik hujan dan suhu dingin, saya menyaksikan rangkaian Lomba Baca Kitab Kuning-Fahmul Kutub Hari Santri 2019  di Kabupaten Aceh Barat, berpusat di Masjid Agung Baitul Makmur. 

Acara tersebut dikhususkan bagi santri/wati dayah yang berusia 20 tahun ke bawah, dan diikuti oleh perwakilan setiap kecamatan sebanyak 24 Dayah, yang digawangi oleh MABAB dan Dinas Syariat setempat.

Dalam sela menjelang acara dimulai saya  sempat berinteraksi dengan beberapa anak dan pemuda yang duduk di dekat saya. Mulanya saya kira mereka adalah juga bagian dari santri, ternyata mereka adalah para anak muda yang berkebutuhan khusus yang menetap di asrama sekolahnya di sekitaran Masjid Agung juga. Diantara mereka ada yang lambat bicara, gangguan pada mata, dan sindrom. 

Tentu dengan keadaan demikian mereka tak bisa tumbuh sebagaimana anak lain dengan usia yang sama. Mereka sekarang duduk di jenjang SMP kelas 8, sementara usianya sudah 20 tahun. Ada yang sudah kelas 5 SD tapi belum lancar membaca.  

Sulaiman (20th), misalnya, yang bercita cita jadi guru, ia tetap percaya bahwa Allah itu Adil, bahwa kekurangan dan kelebihan adalah ujian. "yang penting kita sabar," kata kawan di sebelahnya yang suka menghafal Quran, dan suaranya merdu, beberapa surat sudah saya dengarkan.

Kepada Sulaiman saya arahkan agar ia fokus pada Hadis 40, yang bukunya tipis, itulah yang diajarkan nanti kepada kawan atau orang orang di sekitar kita. Pelajari juga keterampilan lain, kata saya. Cuma kendalanya, ia tidak bisa menulis karena kendala dalam mengendalikan syaraf tangannya, kecuali menulis di laltop, terasa lebih mudah.

Sementara yang satu lagi mesti membaca lewat huruf Braille, sedangkan untuk belajar Quran ia lebih mengandalkan pola audio.

Sejenak berinteraksi dengan mereka memberikan kita pelajaran penting tentang respek, penghormatan, tanggung jawab dan rasa syukur. Betapa masih banyak orang di sekitar kita yang perlu kita bantu dan berdayakan agar kemanusiaannya terangkat.[]

Taufik Sentana

Peminat Literasi sosial-budaya dan Pengembangan SDM.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.