13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Rizatillah Siswa Multitalenta
Sang Juara SMA Ini Penjahit Pulo Drien Beukah

...

  • PORTALSATU
  • 25 October 2018 22:45 WIB

Rizatillah, siswa SMAN 1 Meurah Mulia saat bekerja menjahit pakaian di rumahnya. @Rizkita
Rizatillah, siswa SMAN 1 Meurah Mulia saat bekerja menjahit pakaian di rumahnya. @Rizkita

Siswa SMA ini tidak hanya meraih juara umum di sekolahnya, tapi ia juga meraup rupiah hasil menjahit pakaian. Guru pun menyebut anak petani ini murid multitalenta.

Muhammad Rizatillah kini duduk di bangku kelas tiga SMA Negeri 1 Meurah Mulia, Aceh Utara. Ia putra dari pasangan M. Yunus dan Basriah, petani di Dusun Jrat Manyang, Gampong Pulo Drien Beukah, Jungka Gajah, Kecamatan Meurah Mulia.

Remaja 18 tahun itu meraih juara sejak kelas satu SMA, bahkan ia juara umum di SMAN Meurah Mulia. Prestasi tersebut membuat orangtuanya bahagia. Kebahagian kedua orangtuanya semakin lengkap lantaran Rizatillah sudah memperoleh pendapatan dari usaha menjahit di rumahnya yang tampak sederhana.

Pulang sekolah, Rizatillah menjahit pakaian pesanan orang lain. Ia belajar menjahit dari kakak kandungnya. Sejak masih duduk di bangku kelas dua SMP, Rizatillah sudah mampu menjahit bajunya sendiri. Pelan tapi pasti, bakat menjahit pakaian terus ia kembangkan hingga menerima order dari orang-orang di Pulo Drien Beukah.
 
"Kakak saya menerima order menjahit baju perempuan, saya menjahit baju laki-laki. Orderan yang saya terima di hari-hari biasa tidak terlalu banyak, hanya dari orang-orang di sekitar ini, karena saya tinggal di perkampungan. Tapi kalau jelang lebaran lumayan banyak orderan," ujar Rizatillah saat ia sedang mengoperasikan mesin jahit di rumahnya, sepulang sekolah, Rabu, 24 Oktober 2018.

Rizatillah pernah menjahit seragam murid Taman Kanak-Kanak (TK) hingga seragam santri dayah. Upah diterima hasil menjahit, untuk satu kemeja lengan pendek orang dewasa Rp50 ribu, kemeja lengan panjang Rp60 ribu. Rata-rata sebulan biasanya ia memperoleh Rp500 ribu. Namun, menjelang lebaran dan tahun ajaran baru masuk sekolah, pendapatannya mencapai Rp1 juta lebih.

"Saya tidak malu kerja menjahit, karena saya yakin jasa tukang jahit selamanya dibutuhkan," kata Rizatillah.

Rizatillah ingin hasil usahanya itu kelak mampu membiayai kebutuhan kuliah setelah ia tamat SMA. "Saya ingin kuliah hasil jerih payah saya. Sayang orangtua saya sudah tua, pekerjaannya hanya bertani di sawah," ujar anak keempat dari lima bersaudara itu.

Walaupun sudah menjadi penjahit pakaian yang menghasilkan uang, Rizatillah tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai siswa SMA untuk giat belajar di rumah. Baginya, meskipun mencari uang itu kebutuhan, tetapi ilmu di bangku sekolah juga penting. Kelak ia ingin kuliah untuk memperdalam ilmu dan keterampilan menjahit hingga menjadi desainer terkenal.

"Saya kepingin sekali tamat SMA kuliah di Banda Aceh, mengambil jurusan Studi Tata Busana di Unsyiah. Kepingin memperdalam ilmu menjahit, itu salah satu cita-cita saya. Selain itu, saya bercita-cita menjadi dokter, pengusaha dan arsitek. Tetapi saya tidak tahu apakah orangtua saya mampu membiayai kuliah saya, karena saat ini orangtua saya dua-duanya sudah tua. Oleh karena itu, saya bekerja menjahit pakaian," kata Rizatillah.

Ibu kandung Rizatillah, Basriah, merasa bangga anaknya yang masih sekolah sudah mau mencari uang untuk kebutuhannya. "Dengan usaha itu dia sudah membantu saya juga. Walaupun itu untuk dia sendiri, tapi itu sudah membantu orangtua. Apalagi zaman sekarang susah cari kerja. Alhamdulillah, dia sudah ada pemasukan walaupun sedikit," ujar Basriah.

Kepala SMAN 1 Meurah Mulia, Bakhtiar S.Ag., mengatakan Rizatillah adalah siswa berprestasi di sekolah itu. "Untuk sekolah ini, dia pemecah rekor anak laki-laki juara satu di kelas dan juara umum di sekolah, mengalahkan anak jurusan IPA yang biasanya juara umum," kata dia, Kamis, 25 Oktober 2018.

"Saya sangat bangga. Saya berharap dia mendapat beasiswa agar cita-citanya tercapai," kata Bakhtiar.

Hariamah, wali kelas Rizatillah, menambahkan, "Saya pernah ke rumahnya, dia pintar menjahit. Bahkan, baju Pak Guru di sekolah ini, dia yang jahit. Kalau baju Ibu Guru, kakaknya yang jahit".

"Dia anak yang santun, baik. Kami juluki dia murid multitalenta, segala bidang bisa. Kami adakan lomba memasak, dia juara satu, mengalahkan anak perempuan," ujar Hariamah.

Hariamah mengatakan, saat Rizatillah masih kelas satu dan dua, dia menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). "Rizatillah aktif di segala organisasi, termasuk PMR dan Pramuka. Di Pramuka, dia mewakili sekolah meraih juara tiga menulis artikel," katanya.

Prestasi diukir Rizatillah tergolong komplet. Itulah sebabnya, kata Hariamah, "Harapan guru-guru SMA Negeri 1 Meurah Mulia, Rizatillah bisa menginspirasi anak-anak remaja lainnya".[]

Laporan Rizkita, pelajar Basri Daham Journalism Institute (BJI) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.