15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Usaha 'Mr. Phep' Berbisnis Phep Keumamah di Alue Awe

...

  • PORTALSATU
  • 20 October 2018 17:45 WIB

@Rizkita
@Rizkita
@Rizkita
@Rizkita

LHOKSEUMAWE - Munawar alias Cek Mun menjadikan kuliner Aceh, eungkot keumamah sebagai lahan bisnis yang menjanjikan. Pria itu pun membuka warung 'Mr. Phep Food & Culinary', di Jalan Medan-Banda Aceh Km 275, Alue Awe, Buket Rata, Lhokseumawe.

Eungkot keumamah (ikan kayu) berbahan dasar ikan tongkol yang direbus sampai matang, lalu dijemur sampai kering, setelah itu diiris tipis-tipis.

Selain menyajikan nasi dengan menu utama phep keumamah di warung 'Mr. Phep', Cek Mun juga memasarkan keumamah mentah (belum dimasak) dalam kemasan ke luar Aceh dengan memanfaatkan media sosial.

"Saya ingin melestarikan masakan khas Aceh, phep keumamah, menjadi kuliner yang mendunia. Saya buka warung makan, menu utama phep keumamah. Ada juga kareng (ikan teri kering) phep. Saya juga titip nasi bungkus phep keumamah di warung-warung kopi," kata Cek Mun, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Phep keumamah ditumis dengan bumbu khas Aceh berbahan kunyit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Saat ditumis diberi oen teumurui (daun kari atau salam koja) dan sedikit air putih. Phep keumamah beraroma khas rempah daun teumurui, ditambah irisan cabai hijau, sehingga menggugah selera.

Saat dihidangkan dengan nasi panas ditambah bawang goreng, rasanya bikin nagih. Harganya hanya Rp10 ribu satu porsi.

Cek Mun juga menyediakan keumamah dalam kemasan. Keumamah itu menjadi awet atau tahan lama setelah dikeringkan di bawah matahari. "Itu hanya dikeringkan dua hari. Jika kering total tahan hingga satu tahun. Orang Aceh suka yang tidak kering total, makanya saya jemurnya tidak kering kali," katanya.

Namun, menurut Cek Mun, sebagian besar konsumen memesan keumamah yang sudah dimasak (siap saji). "Mungkin karena di luar kota orang tidak bisa memasaknya, meskipun sudah tertera cara memasak," ujar Cek Mun.

Dalam kemasan keumamah mentah (belum dimasak), Cek Mun juga memasukkan asam sunti (belimbing wuluh yang sudah dilumuri garam dan dijemur). "Saya pakai asam sunti karena di luar Aceh kan nggak pakai asam sunti, mungkin tidak dijual pun," katanya.
 
Harga keumamah dalam kemasan isi 120 gram Rp20 ribu. Keumamah produksi 'Mr. Phep' ini pun cocok menjadi buah tangan (oleh-oleh) khas Aceh.[]

Laporan Rizkita, pelajar Basri Daham Journalism Institute (BJI) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.