25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Wisata Religi dalam Merajut Rabitah di Situs Turki Gampong Bitai

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 14 September 2017 08:00 WIB

Kunjungan ke maqam para ulama Aceh diberi nama Wisata Religi dipimpin oleh Tgk. Iswadi Arsyad dari Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga. Rabu (13/9/2017). @HELMI ABU BAKAR
Kunjungan ke maqam para ulama Aceh diberi nama Wisata Religi dipimpin oleh Tgk. Iswadi Arsyad dari Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga. Rabu (13/9/2017). @HELMI ABU BAKAR

SEBUAH mobil berwarna putih menelesuri kawasan peenjuru Banda Aceh, membawa serombongan mobil mengitari penjuru yang menjadi situs sejarah, namanya Gampong Bitai. Kunjungan ke maqam para ulama Aceh diberi nama "Wisata Religi" dipimpin oleh Tgk. Iswadi Arsyad dari Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga.

"Alhamdulillah, kami dari rombongan dari Samalanga mencoba untuk merintis dan mengikat kembali rabitah (ikatan rohaniah) yang lebih intern dengan melakukan ziarah ke kuburan para waliyullah dan ulama Aceh. Kami menyebutkan dengan Wisata Religi," kata Tgk. Iswadi Arsyad, Rabu (13/9/2017).

Ulama muda itu menyebutkan udara damai dan penuh ketangangan menghiasai suasana Gampông Bitai yang lengang itu. Pemandangan di kiri dan kanan jalan terlihat beberapa rumah dengan lambang bulan sabit di bubungan atap.

Rombongan dari kota Santri Samalanga akhirnya tiba di situs bersejarah itu.

"Kami telah lama mendengar situs kerajaan yang mempunyai ikatan dengan Turki. Alhamdulillah wisata religi ini bisa menambah referensi ilmu untuk kita," sambung Tgk. Iswadi yang akrab di sapa Abah Iswadi Laweung.

Tgk. Iswadi menambahkan, di seputaran situs tersebut banyak rumah bantuan Turki yang diberikan kepada korban bencana tsunami 2004 lalu. Ini dapat dilihat dari lambang bulan sabit merupakan bendera Turki. Bahkan terdapat jalan Erdogan Bayraktar Sokagi.

"Suasana di Gampông Bitai dengan di hiasai rumah untuk korban tsunami juga aura Turki bahkan warga keturunan disana juga masih mempunyai perawakan turki. Lambang dan jalan seakan berada di negeri Turki. Salah satu nama jalannya bernama Erdogan Bayraktar Sokagi," papar beliau yang juga guru senior Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga.

Tgk. Iswadi menceritakan bahwa Gampông Bitai berada dalam Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Jumlah penduduk 950 jiwa. Gampông ini berjarak sekitar empat kilometer dari Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

"Gampông itu memiliki banyak lorong kecil, salah satunya tertulis Jalan Tgk. Di Bitay. Panjang lorong sekitar 200 meter. Di ujungnya, ada kompleks pemakaman. Di gerbangnya terpampang tugu bertuliskan 'Selahaddin Mezarligi, Makam Teungku Di Bitay'," papar beliau dengan mengutip dari beberapa sumber.

Dari ratusan makam di dalam kompleks, antaranya bernisan segi delapan. Nisan-nisan itu berisi ukiran kaligrafi. Selain itu juga ada sebuah makam besar dipasangi keramik.

"Informasi yang diperoleh dari penjaga di sana bahwa di makam yang besar dan itulah jasad Sultan Salahuddin dikuburkan. Kuburan yang dipugari dengan indah itu bukan kuburan Sultan Salahuddin. Sebab amanah dari utusan Turki mereka melarang untuk memperindah bagunan kubur karena akan menghilangkan nilai historis itu sendiri," ulasnya yang juga kandidat master komunikasi mengutip penjaga maqam tersebut.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.