26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cari Palu Hilang, Petani Ini Temukan Harta Karun Romawi Senilai Rp53 Miliar

...

  • Intisari Online
  • 22 March 2019 22:45 WIB

Harta Karun yang berhasil ditemukan oleh petani Lawes dan Whatling. (Unbelieve Fact/Mike Peel)
Harta Karun yang berhasil ditemukan oleh petani Lawes dan Whatling. (Unbelieve Fact/Mike Peel)

Mimpi untuk menemukan tumpukan harta dalam jumlah fantastis mungkin hanya sebatas angan-angan. Namun, siapa sangka berawal dari ketidaksengajaan, seorang petani asal Inggris ini menemukan harta karun saat mencari palu yang hilang.

Menurut Curioushistori, kisahnya terjadi pada 1992 di mana seorang petani asal Inggris beranam Eric Lawes sedang mencari palu temannya Peter Whatling yang hilang.

Dengan bantuan detektor logam, Lawes mulai mencari palu tersebut. Hingga kemudian dia berhenti di suatu tempat karena detektor logam mendeteksi ada logam di bawah tanah.

Kemudian, Lawes mulai menggalinya dan siapa sangka dia malah menemukan benda-benda berserakan yang terbuat dari emas dan perak dari galiannya.

Menurut keterangan, benda tersebut memiliki bobot hampir 60 pon yang berisikan 15.234 koin Romawi, dan 200 benda emas dan perak.

Usai penemuan yang menggegerkan itu, Whatling dan Lawes dengan cepat melaporkan penemuan ini. Mereka berhenti menggali dan memberi tahu otoritas polisi, Suffolk Archaeological Society, dan pemilik tanah. 

Peneliti yang datang untuk melihat langsung temuan itu. Mereka mengatakan bahwa benda ini berasal dari tahun 410 M, saat Inggris berpisah dengan Kekaisaran Romawi.

Selama pergolakan di mana Saxon, Angles, Picts, Visigoths, dan Hunnics menyerbu daratan Eropa, orang-orang kaya dari warga Roma-Inggris mengubur barang-barang mereka yang paling berharga sehingga tidak ada yang menemukan mereka. 

Penemuan harta ini dikreditkan sebagai kisah Hoxne Hoard.

Hoxne Hoard, dipresentasikan sebagai salah satu penemuan terbesar dari harta karun Romawi kuno yang pernah ada.

Temuan ini begitu penting dan menarik perhatian British Museum, mereka juga bersedia membayar temuan ini dengan harga sekitar 3,8 juta dolar Amerika atau sekitar Rp53 miliar.

Namun, karena harga yang terlalu mahal pada saat itu, pihak museum sampai meminta bantuan dari National Art Collection Fund, untuk menebus temuan itu.

Hingga hari ini, harta bersejarah itu masih dipajang dan dipamerkan di British Museum, bersama dengan palu milik Whatling.

Menurut penelitian, barang-barang yang ditemukan di Hoxne Hoard beberapa di antaranya adalah benda pribadi.

Beberapa benda ini terdapat nama seprti misal 'Aurelius Ursicius' kemudian ada gelang emas tertulis nama Utere Felix Domina Luliana'.

Sampai saat ini peneliti belum bisa menyimpulkan siapa nama-nama tersebut, namun selera perhiasan mereka dikatakan sangat luar biasa, dan terlampau mewah.

Penulis: Afif Khoirul M.[]Sumberintisari.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.