24 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ingat Berita Pelari Bunuh Macan Gunung dengan Tangan Kosong? Ini Kronologinya

...

  • portalsatu.com
  • 24 February 2019 16:00 WIB

Travis Kauffman, lelaki yang bunuh macan gunung pas jogging, gelar jumpa pers. Foto oleh David Zalubowski / AP
Travis Kauffman, lelaki yang bunuh macan gunung pas jogging, gelar jumpa pers. Foto oleh David Zalubowski / AP

"Saya enggak sehebat yang diberitakan kok," kata lelaki AS yang yang diserang puma karena jogging di lereng gunung itu.

Manusia adalah makhluk hidup paling lemah dan payah. Kuku kita tidak tajam seperti cakar, gerakan kita lamban, dan kulit mudah terluka jika digigit oleh gigi tajam. Kita tak akan bisa ngapa-ngapain di dunia ini, tanpa otak dan jari-jemari kita. Untungnya, sesekali ada manusia hebat yang mampu mengalahkan binatang predator buas. Mereka membuat kita merasa sedikit lebih bangga jadi manusia.

Awal bulan ini, ada pelari Colorado yang secara mengejutkan berhasil membunuh macan gunungdengan tangan kosong. Dia diserang macan itu saat jogging sendirian. "Kisahnya bertahan hidup sangat luar biasa. Kami semua amat terkesan," kata Rebecca Ferrell, juru bicara Colorado Parks and Wildlife, kepada Denver Post saat itu. "Dia tidak pakai senjata, pisau, atau tongkat pendaki sama sekali lho saat melawan puma tersebut. Bagaimana dia bisa melakukannya?"

Kisah lelaki ini segera viral, tetapi tak ada yang bisa mendapatkan detail peristiwanya karena laki-laki tersebut masih menjalani pengobatan. Siapa pelari itu? Apa yang dia lakukan untuk mengalahkan lawannya?

Pekan lalu, sang pelari yang bernama Travis Kauffman akhirnya bersedia menemui media dan menjawab semua rasa penasaran kita. Dia menceritakan kronologi kejadian sebenarnya kepada kantor berita Associated Press.

"Saya enggak sehebat yang diberitakan kok," kata Kauffman dalam konferensi pers yang digelar Kamis lalu. "Ceritanya saja yang menarik, tapi saya ini manusia biasa yang lemah."

Menurut Kauffman, macan gunung itu menyerangnya saat dia sedang berlari di pegunungan Colorado. Dia langsung diterkam tak lama setelah menyadari ada binatang buas yang sedang mengamatinya di dekat tempatnya berdiri. Laki-laki 31 tahun itu berusaha mengusirnya, tapi puma tersebut malah menikamnya dan menggigit pergelangan tangan Kauffman. Mereka berdua terjatuh dan mulai bergelut sampai akhirnya berguling ke bawah bukit.

Awalnya dia gagal membebaskan diri. Dia sempat coba menusuk kepala si puma pakai tongkat dan memukul kepalanya pakai batu. Kucing besar ini tak mau menyerah.

“Karena pumanya tidak mau menyingkir setelah kepalanya dipukul dua kali, maka saya melakukan sesuatu yang lebih dramatis lagi,” kata Kauffman. Dia segera berteriak kencang layaknya adegan film Revenant ketika karakternya Leonardo DiCaprio diserang brutal oleh beruang.

"Di tengah pergulatan itu, saya beruntung bisa menggeser badan, balik menguasai keadaan, dan menjejakkan kaki ke lehernya," tuturnya. Dari situ, dia berhasil mencekik macan gunung itu sampai mati.

Kauffman mencekik si puma tanpa henti selama sepuluh menit. Saat itu, Kauffman sudah sangat ketakutan. Dia khawatir induk puma datang dan ikut menyerangnya. Colorado Parks and Wildlife menemukan jasad macan gunung. Dari pemeriksaan, puma itu berusia kurang dari enam bulan dan hanya berbobot 15-18 kg. Kauffman takkan mungkin bisa selamat apabila yang dilawan adalah puma dewasa.

Setelah bebas, dia segera berlari untuk mencari bantuan. Dia berpapasan dengan pelari lain dan diantarkan ke UGD. Kauffman mengatakan kepada KUNC bahwa dia mendapatkan lebih dari 24 jahitan. Kauffman mengaku tidak kapok untuk lari di gunung. Tapi lain kali dia bakal "mengusahakan agar lari selalu bareng teman."

"Saya betulan tidak trauma," kata Kauffman. "Saya cenderung melupakan peristiwa yang sudah lewat, seperti itu kepribadian saya."

Siap bos! Kamu tampaknya titisan sejati Chuck Norris.

Begini berita awalnya sebelum ini

Diserang Pas Jogging, Lelaki Ini Sanggup Membunuh Macan Gunung Pakai Tangan Kosong

Ceritanya kamu sedang lari pagi di bukit dan menikmati pemandangan alam yang asri. Tiba-tiba saja kamu mendengar suara aneh. Kamu menengok ke belakang dan mendapati seekor puma berjalan cepat mengejarmu. Macan gunung ini langsung menerkam, sebelum kamu sempat menyelamatkan diri. Apa yang akan kamu lakukan seandainya mengalami situasi seperti ini?

Kalau kamu seperti kebanyakan orang biasa, kamu mungkin menyerah dan membiarkan hewan itu memangsamu habis-habisan. Puma jauh lebih kuat daripada manusia biasa, jadi untuk apa melawan? Kamu enggak akan berhasil mengalahkan binatang buas itu. Namun, lain ceritanya untuk sosok lelaki satu ini. Denver Post melaporkan seorang pelari di Amerika Serikat selamat setelah diserang puma awal pekan ini. Dia berhasil membunuh si macan gunung, walau belum terlalu jelas kronologinya. Intinya pakai tangan kosong doang.

Laki-laki tersebut, yang belum dipublikasikan namanya oleh aparat, sedang jogging di Gunung Horsetooth, Colorado, ketika singa gunung berusaha memangsanya dari belakang. Rebecca Ferrell, juru bicara Taman Nasional Colorado, mengutarakan wajah dan pergelangan tangan si lelaki sempat digigit oleh puma. Lengan, kaki dan punggung laki-laki itu penuh luka. Lelaki gokil itu menahan gigitan puma dengan lengan bawahnya, lantas mulai berkelahi dengan kucing besar itu. Setelah lepas dari gigitan, si cowok berbalik menyerang puma tanpa henti.

Menurut Ferrell, sang pelari apes itu berhasil menindih puma dan “mencekiknya” tanpa bantuan apa pun. Masih belum diketahui apakah maksudnya dia menduduki perut macan gunung atau benar-benar mencekik hewan buas itu sampai mati.

"Kisahnya sangat luar biasa. Kami semua amat terkesan. Tak ada yang bisa percaya dia selamat melawan puma pakai tangan kosong," kata Ferrell kepadaDenver Post. "Dia enggak pakai senjata, pisau, atau tongkat pendaki sama sekali lho. Bagaimana dia bisa melakukannya? Hal seperti ini sangat jarang terjadi."

Lelaki tersebut lalu menuruni gunung dan pergi ke rumah sakit terdekat untuk mengobati cederanya. Dia meminta tolong kepada petugas Taman Nasional Colorado mengambilkan barang-barangnya yang tertinggal di TKP. Di sana, petugas menemukan barang dan jasad puma yang sudah terbunuh.

Denver Post mengabarkan korban mengalami luka “serius”. Belum ada informasi berapa lama dia akan dirawat di rumah sakit, tetapi petugas taman nasional berencana akan mewawancarainya soal insiden tersebut jika sudah pulih kelak.

Semoga saja kita bisa segera mengetahui detail cara laki-laki ini bisa menghabisi puma bertaring dan punya cakar tajam, yang beratnya bisa mencapai 36 kilogram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.[]Sumber:vicecom

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.