17 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Amad Buru Piton Sepanjang 15 Meter, Langsung Cari Kepala Ular Lalu Tebas dengan Parang

...

  • PORTALSATU
  • 13 January 2019 08:00 WIB

ILUSTRASI - Warga di Serawak, Malaysia, bunuh dua ekor ular piton - ViralPress
ILUSTRASI - Warga di Serawak, Malaysia, bunuh dua ekor ular piton - ViralPress

Amad (64), warga Komplek Dharma Praja, Banjarmasin sudah 40 tahun menjadi seorang pemburu ular.

Setiap hari, Amad berkeliling kawasan rawa berair di Banjarmasin untuk mencari ular piton.

Ular piton yang berhasil ditangkapnya lantas dijual. Begitulah cara Amad memeroleh penghasilan selama puluhan tahun.

Dari sekian banyak pengalamannya berburu ular, ada satu momen yang tidak bisa dilupakan oleh Amad.

Pria yang mulai berburu ular sejak usia belasan tahun itu pernah menangkap piton sepanjang 15 meter. Piton tersebut adalah tangkapan terbesarnya selama 40 tahun terakhir.

Dilansir Tribun Jabar dari Bandarmasin Post, cerita penangkapan piton tersebut bermula saat Amad menyambangi rawa di kawasan Basirih, Banjarmasin Selatan.

Matanya fokus mencari jejak ular hingga akhirnya menemukan sesuatu yang tidak biasa.

Terdapat jalur yang sepertinya baru saja dilewati reptil cukup besar.

Hal itu terlihat dari banyaknya rumput dan semak belukar yang merebah.

Pikiran Amad pun langsung tertuju pada seekor ular besar.

Beberapa meter mengikuti jejak tersebut, Amad melihat seekor ular piton besar sedang melingkar melindungi puluhan telurnya.

"Itu adalah ular betina. Pasti ada yang jantan di sekitar situ, pikir saya," ungkap Amad.

Amad kemudian menceburkan diri ke rawa berair dan benar saja ada sesuatu di sana.

Ia merasakan tubuh ular cukup besar di dalam air.

Tanpa menunggu lama, Amad memeluk badan ular piton tersebut dab mencoba mengangkatnya ke permukaan.

Sayangnya, Amad tidak kuasa melakukan hal tersebut karena ular tersebut memiliki bobot sangat berat.

Ular piton jantan itu bergerak. Amad langsung mencari mana kepala dan mana ekor ular piton.

Berjibaku dengan ular, Amad lantas mengeluarkan parang dan menebas kepala reptil tersebut.

"Saya tak sanggup menarik ular itu ke rawa yang kering. Ular itu rupanya baru makan, jadi susah ditarik karena berat bobotnya. Akhirnya saya cabut parang dan tebas kepalanya," tukas Amad.

Seusai piton ditarik ke permukaan, Amad melanjutkan perburuan menuju ular piton betina yang sedang mengerami telur tadi.

Nasib si betina sama seperti si jantan, mati ditebas parang Amad.

Amad segera mengumpulkan kedua ular dan menguliti di sekitar situ juga.

"Setelah diluruskan, ternyata panjang ularnya 15 meter. Tak terbayang bagaimana jika ular tadi saat hidup melakukan perlawanan," ujar Amad.

Berhubung si jantan terlihat habis makan, Amad penasaran dengan apa yang dimangsa ular piton tersebut.

Ia khawatir jika ular tersebut telah memangsa manusia.

"Ya, khawatir juga kalau ular tadi ada memangsa manusia. Makanya saya hati-hati mengoyak, kalau dugaan saya benar, saya akan laporkan ke warga sekitar,"
ujarnya.

Setelah dibelah, ternyata isi perut ular tersebut hanya seekor kambing.

Setelah menguliti, Amad kemudian bergegas membawa kulit sepasang ular besar dan panjang itu untuk dijemur dan nantinya dijual.[] Sumber:tribunnews

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.