24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kisah Pria yang Miliki 106 Anak dengan Wanita dari Berbagai Negara

...

  • PORTALSATU
  • 14 April 2019 17:20 WIB

Ed Houben disebut sebagai pria tersubur di Eropa. Foto stayathmemum
Ed Houben disebut sebagai pria tersubur di Eropa. Foto stayathmemum

Seorang pria Belanda berusia 46 tahun telah mendapatkan julukan "Sperminator" karena menjadi ayah dari total 106 anak! Banyak perempuan dari jauh yang menginginkan hamil datang dan mencari Ed Houben dari Maastricht di Belanda.

Dia juga dijuluki "The Babymaker" oleh orang-orang di kotanya, karena tingkat keberhasilan dan reputasinya yang luar biasa. Bahkan, Ed dianggap pria paling subur di Eropa.

Melansir stayathomemum.com.au, Ed mulai menyumbangkan sperma seperti biasa, menyetornya ke dalam cangkir di bank sperma, tetapi suatu hari dia memutuskan ingin mencoba sesuatu yang 'lebih pribadi'.

Jadi, dia mulai beriklan di situs web dan mengatakan bahwa dirinya akan membawa sperma ke pasangan yang mencoba ingin hamil, sehingga mereka dapat menggunakannya langsung di rumah mereka menggunakan sebuah alat.

Setelah beberapa saat melakukan ini, tiba-tiba satu pasangan meminta Ed untuk memberikan spermanya kepada sang istri dengan 'cara alami'. Setelah mempertimbangkan selama 15 menit, Ed setuju untuk berhubungan intim dengan sang istri.

Sejak itu, jasa Ed telah diminati dan, secara gratis, dia berhubungan dengan perempuan lajang, istri-istri dalam pasangan yang tidak subur dalam upaya agar mereka mempunyai anak.

Ed yang menggambarkan dirinya sebagai 'pria gemuk yang benar-benar jelek dengan kacamata' mengklaim dalam sebuah wawancara dengan majalah GQ bahwa sebelum ini dia sama sekali tidak berhubungan intim selama 10 tahun.

Sekarang justru sebaliknya, dia secara teratur melakukan hal itu tanpa ikatan dengan banyak perempuan berbeda. “Tingkat keberhasilannya sekitar 80%” dan hingga saat ini, sejak dia mulai menyumbangkan sperma 14 tahun lalu, Ed telah menjadi ayah dari 106 anak, dan itupun yang dia ketahui.

Sekitar dua pertiga anak-anak Ed dikandung “secara alami”, sedangkan lainnya melalui inseminasi buatan. Ed mengklaim bahwa itu bukanlah keharusan untuk berhubungan intim dengannya, tetapi itu adalah yang paling dianjurkan jika ingin cepat mempunyai anak.

Dia mengatakan, rata-rata, inseminasi buatan bisa memakan waktu satu sampai 12 bulan, tetapi dengan cara alami, dapat memakan waktu satu hingga tiga siklus.

Dia memiliki tes STD setiap enam bulan dan sekarang mulai menjadi lebih selektif terhadap perempuan yang akan dia bantu.

"Saya memiliki anak-anak di Australia, Israel, Kanada, Austria, Jerman, Belgia, Prancis, Luksemburg, Italia, Inggris ... kemungkinan ada juga," ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan New York Post ketika dia sudah mempunyai 99 anak.

Dia mengatakan perempuan yang pernah memakai jasanya tidak pernah terdengar lagi kabarnya. Ed mengaku alasan utama dia tidak berkontak dengan beberapa pasangan untuk mengetahui apakah tindakan itu berhasil atau tidak, karena pasangan tersebut takut Ed menginginkan untuk terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka.

Selama ini tidak ada tanda tangan kontrak untuk hal-hal seperti hak asuh anak atau tuntutan lainnya. Sehingga sampai saat ini tidak ada yang menggugatnya untuk tunjangan anak.

Meskipun sudah memiliki begitu banyak anak (dan jumlahnya akan terus meningkat ketika dia terus menyumbangkan spermanya), Ed memiliki harapan untuk menetap dan memiliki keluarga sendiri suatu hari nanti.

Penulis: Rosiana Chozanah.[]Sumber: nakita.grid.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.