25 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Raja Malaysia Kehilangan Tahta setelah Nikahi Mantan Miss Moscow, Begini Kisah Cinta Mereka!

...

  • portalsatu.com
  • 07 January 2019 18:30 WIB

Miss Moscow 2015 Oksana Voevodina dan Raja Malaysia Muhammad V. - New York Post
Miss Moscow 2015 Oksana Voevodina dan Raja Malaysia Muhammad V. - New York Post

 

MANTAN ratu kecantikan di Rusia Miss Moscow kini menjadi ratu Malaysia setelah menikah dengan Raja Muhammad V dari Kelantan.

Melansir Russia Today, Selasa (28/11/2018), Oksana Voevodina (25) menikah dengan Raja Muhammad V yang usianya 24 tahun lebih tua.

Foto yang beredar di Facebook pada Jumat lalu memperlihatkan Oksana memakai gaun putih dan raja mengenakan pakaian khas Malaysia berwarna biru.

Upacara pernikahan yang rahasia itu dilaporkan digelar pada 22 November 2018 di Barvikha, sebuah desa mewah di Moskwa yang dihuni oleh kaum elite Rusia.

Pernikahan berlangsung meriah dengan menggabungkan tradisi kedua negara, dengan makanan halal tanpa menyajikan alkohol.

"Ketika saya masih sekolah, saya anak yang nakal. Saya menyukai skate board, sepeda, BMX, dan banyak kompetisi yang diikuti laki-laki," kata Oksana seperti diwartakan The Sun.

"Saya rasa pria yang harus menjadi kepala keluarga dan tentu saja penghasilannya tidak boleh lebih rendah dari perempuan," ujarnya sebelum menikah.

Seorang direktur kontes kecantikan Tatiana Andreeva mengungkapkan, pasangan itu bertemu di Eropa ketika Voevodina mempromosikan jam tangan mewah.

"Oksana adalah model. Dia banyak kerja di luar negeri, jadi perjumpaan semacam itu bisa diprediksi," katanya, seperti dikutip dari Daily Mail.

"Orangtua Oksana hadir di pesta pernikahan. Mereka mendukung putri mereka dalam segala hal," imbuhnya.

Sedikit yang hanya diketahui tentang Oksana terlepas dari kemenangannya dalam kontes Miss Moscow tiga tahun lalu.

Putri dokter itu masih berusia 22 tahun ketika menyabet gelar Miss Moscow 2015.

Ayahnya yang bernama Andrey Gorbatenko merupakan ahli bedah ortopedi dari Rostov-on-Don.

Oksana menyadari penampilannya bisa menjadi pijakan untuk kariernya saat menempuh pendidikan tinggi di universitas.

"Saya paling tinggi di kelas dan yang paling langsing. Saya agak khawatir tentang itu," ucapnya.

"Baru ketika di universitas, saya menyadari itu merupakan sisi kekuatan saya," imbuhnya.

Ibunya juga pernah menjadi kontestan kecantikan di Penza pada awal 1990-an.

Sementara itu, Raja Muhammad V menempuh pendidikan di Oakham School di Rutland, Inggris dan St Cross College, Universitas Oxford. Kemudian dia juga belajar di European Busness School di London.

Sultan Muhammad V menempuh pendidikan di St Cross College di Oxford dan Studi Islam di Oxford.

Dia dikenal sebagai pribadi yang santai, dengan ambil bagian dalam walkathon untuk meningkatkan kesehatan, dan pernah difoto dengan mengenakan topi bisbol ke arah belakang.

Laporan dari kantor berita resmi Bernama menyebutkan, dia mengisi waktu luangnya dengan membaca.

Sultan juga memiliki minat dalam olahraga ekstrem seperti ekspedisi mobil dan menembak.

Otoritas terkait di Malaysia belum mengomentari spekulasi soal pernikahan tersebut, atau memberikan rincian tentang kondisi kesehatan raja.

Namun setelah pernikahnnya diketahui publik Malaysia, terjadi prokontra.

Raja Muhammad V mengambil cuti medis sejak November hingga akhir Desember 2018.

Masa depan raja kembali menjadi sorotan setelah cuti medisnya secara resmi selesai pada akhir Desember 2018.

Para penguasa kerajaan kemudian dilaporkan menggelar pertemuan khusus pekan lalu.

Dan akhirnya, Sultan Muhammad V dari Kelantan memilih untuk mengundurkan diri sebagai Yang Dipertuankan Agong ke-15 pada Minggu (6/1/2019), sebelum masa kekuasaannya berakhir. 

Istana Negara Malaysia mengumumkan Sultan Muhammad V dari Kelantan telah mengundurkan diri sebagai Yang Dipertuan Agong ke-15 atau Penguasa Tertinggi federasi.

"Yang Mulia telah bersiap untuk kembali ke Kelantan Darul Naim untuk berada bersama pemerintah negara bagian," demikian pernyataan Istana Negara.

"...menjaga dan mengembangkan Kelantan untuk kemajuan masyarakat," imbuh pernyataan itu, seperti dikutip dari Straits Times.

Sultan Muhammad menjabat sebagai Raja Malaysia pada 13 Desember 2016.

Pengunduran dirinya disebut telah sesuai dengan Pasal 32 (3) Konstitusi Federal Malaysia. "Sepanjang masa jabatannya sebagai Yang Dipertuan Agong, Yang Mulia memenuhi tugasnya sebagai Kepala Negara, pilar stabilitas nasional, sumber keadilan, dan perlindungan persatuan bagi rakyat," kata Istana Negara.

"Yang Mulia ingin menyampaikan terima kasih kepada semua Penguasa negara bagian karena memilihnya sebagai Yang Dipertuan Agong ke-15 pada 13 Desember 2016," lanjutnya.

Pernyataan dari Istana Negara turut menambahkan, Sultan Muhammad V juga menyatakan terima kasih kepada perdana menteri dan pemerintah atas kerja sama dalam memerintah bangsa.

Melansir New Straits Times, dia juga mengaku bangga dengan pengorbanan dan kesetiaan Angkatan Bersenjata selama masa pemerintahannya.

"Kepada rakyat Malaysia, Yang Mulia menyerukan persatuan, toleransi, dan memastikan Malaysia akan terus berada dalam perdamaian dan harmoni," imbuh pernyataan Istana Negara.

Raja Malaysia mengeluarkan keputusan yang disebut kali pertama dalam sejarah negara itu, yaitu turun takhta.

Keputusannya itu sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang mencuat selama beberapa pekan terakhir.

AFP mewartakan, keputusan pria berusia 49 tahun itu merupakan kali pertama bagi seorang raja Malaysia untuk mundur dari jabatan lima tahunnya.

Penguasa kerajaaan di Malaysia kini akan menggelar pertemuan untuk memutuskan raja berikutnya.

Malaysia merupakan negara monarki konstitusional, dengan aturan unik.

Takhta akan berpindah tangan setiap lima tahun sekali di antara penguasa sembilan negara bagian Malaysia, yang dipimpin kerajaan Islam selama berabad-abad.

Sistem semacam ini telah ada sejak merdeka dari Inggris pada 1957. 

Pejabat kerajaan di Malaysia tidak memberikan alasan mengenai langkah Sultan Muhammad V untuk mundur.

Namun, tanda tanya dan perdebatan terus beredar atas pemerintahannya sejak sang raja mengambil cuti untuk perawatan medis pada November lalu. 

Meski peran mereka bersifat seremonial, tapi keluarga kerajaan di Malaysia sangat dihormati. Mengkritik mereka merupakan larangan keras.[] Sumber: Tribunnews

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.