18 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gencatan Senjata di Suriah, Rusia Minta Dukungan PBB

...

  • PORTALSATU
  • 31 December 2016 09:00 WIB

Gencatan Senjata di Suriah, Rusia Minta Rusia meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk mendukung gencatan senjata di Suriah. Dukungan ini diperlukan mengingat upaya perdamaian ini rapuh untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir enam tahun. 


Desakan itu, seperti dilansir Reuter, disampaikan pada Jumat (30/12). 

Dewan Keamanan PBB sebelumnya dilaporkan telah melakukan pertemuan tertutup untuk mempertimbangkan rancangan resolusi mendukung gencatan senjata yang diusung Turki dan Rusia, yang berlaku pada Kamis (29/12) tengah malam waktu setempat. 

Menurut Duta Besar Rusia Vitaly Churkin, pemungutan suara DK PBB itu kemungkinan baru dapat dilaksanakan pada Sabtu (31/12), meski sejumlah anggota dewan merekomendasikan perubahan di draf dan ingin beberapa poin direvisi. 

"Saya pikir akan lebih baik jika rekomendasi itu diserap dengan mudah seperti yang ada di draf," ujarnya. 

Belum diketahui dengan pasti apakah resolusi tersebut akan memberi dukungan pada upaya gencatan senjata.

Sementara itu, gencatan senjata yang diharapkan terjadi di seluruh kawasan di Suriah megalami hambatan, ketika bentrokan, pengeboman serta serangan udara di Suriah barat muncul pada Jumat (30/12). 

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan pihak-pihak terkait sedang mempersiapkan diri untuk perundingan perdamaian yang direncanakan berlangsung di Astana, ibu kota Kazakhstan. 

Sejumlah media lokal Suriah mengatakan pada Kamis malam, bahwa pembicaraan tersebut akan dilakukan 'segera'. 

Terkait agenda pertemuan di Astana ini, PBB pun melalui mediator Staffan de Mistura mengagendakan pembicaraan di Jenewa, 8 Februari mendatang. 

Saat ditanyai mengenai dua pertemuan ini, Churkin mengatakan tidak akan ada konflik antara keduanya. 

"Jika pertemuan itu berhasil, dapat diteruskan dengan pertemuan Jenewa, kira-kira begitu sejauh yang saya pahami," ujarnya. 

Menurut Churkin, pada Jumat, tujuh kelompok pemberontak yang di dalamnya terdapat sekitar 60.000 orang sepakat untuk melakukan gencatan senjata.

"Mereka semua yang sebelumnya oposisi, dan mau serius bernegosiasi dengan pemerintah, akan menjadi bagian dari pertemuan di Astana, kita lihat nanti bagaimananya," ujar dia.[]Sumber:CNN Indonesia

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.