11 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemkab Aceh Utara Komit Dengan Moratorium Sawit

...

  • portalsatu.com
  • 03 March 2020 10:35 WIB

Foto-foto: dok. Humas Setda Aceh Utara
Foto-foto: dok. Humas Setda Aceh Utara

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tetap komit dengan moratorium perkebunan kelapa sawit. Namun, hal itu tidak menafikan tentang pengembangan ekonomi rakyat pada sektor perkebunan.

Dikeluarkannya Instruksi Bupati Aceh Utara Nomor Nomor 548 tahun 2016 tentang Moratorium Sawit justru merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk meningkatkan pembangunan pada sektor perkebunan, yang adalah salah satu penopang ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan daerah.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf menyampaikan hal itu dalam diskusi bertajuk ‘Moratorium Sawit Sebagai Strategi Menjaga Keseimbangan Lingkungan’, di Banda Aceh, Rabu, 8 Januari 2020. Diskusi ini turut dihadiri Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, para pejabat leading sektor terkait, dan sejumlah LSM pemerhati lingkungan.

Fauzi Yusuf alias Sidom Peng menjelaskan, dalam Instruksi Bupati Aceh Utara mencantumkan sejumlah poin menyangkut moratorium sawit. Di antaranya, menegaskan untuk tidak mengeluarkan surat pertimbangan analisa teknis untuk perizinan perkebunan baru, tidak ada usulan pengadaan bibit sawit baru, tidak melakukan perencanaan ruang untuk perkebunan sawit baru, serta melakukan evaluasi izin perkebunan sawit yang sudah ada.

Hingga saat ini, kata Fauzi, Pemkab Aceh Utara tetap komit dengan poin-poin dalam moratorium tersebut. “Moratorium ini mendapat apresiasi dari sejumlah lembaga penduli lingkungan, baik tingkat nasional maupun internasional. Moratorium ini telah berjalan dengan baik, bahkan banyak dicontoh oleh daerah lain di Indonesia dan diseminarkan oleh sejumlah forum,” ungkap Fauzi.

Menurut Fauzi, dikeluarkan moratorium tersebut pada tahun 2016 merupakan salah satu upaya untuk memberi ruang yang lebih luas terhadap perkebunan rakyat, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Di Aceh Utara, kata Fauzi, terdapat tiga sektor prioritas pembangunan ekonomi, yaitu sektor perkebunan, pertanian dan perikanan. “Kami terus mendorong pembangunan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Ini fokus kami sesuai dengan visi dan misi arah pembangunan Aceh Utara,” jelasnya.

Menurut Fauzi, ketiga sektor tersebut sangat strategis untuk dikembangkan di daerah berjuluk Bumi Pase ini. Hal itu disebabkan 60 persen penduduk Aceh Utara bermata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan, selebihnya 20 persen yang hidup di pesisir bergantung pada sektor perikanan.

Fauzi menambahkan, saat ini Aceh Utara memiliki sekitar 45 ribu hektare lahan pertanian sawah dan sekitar 100 ribu hektare lahan perkebunan. Namun disayangkan, lahan perkebunan tersebut umumnya dikuasai oleh konsesi atau perusahaan perkebunan skala besar. “Sepertiga dari luas lahan perkebunan itu masih dikantongi izin oleh 11 perusahaan,” ungkap Fauzi.

Untuk itu, saat ini pihaknya bersama Tim Ahli dan unsur akademis, serta LSM, sedang melakukan monitoring dan evaluasi, serta mengkaji ulang terkait dengan izin-izin yang dikantongi oleh perusahaan-perusahaan perkebunan tersebut.

Mendapat penghargaan

Bupati Aceh Utara mendapat anugerah Serambi Award atas kebijakan moratorium (penundaan) izin perluasan perkebunan kelapa sawit di daerah ini. Anugerah Serambi Award tersebut diberikan dalam rangkaian HUT ke-31 Harian Serambi Indonesia, berlangsung di aula Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Jumat malam, 28 Februari 2020.
Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur menyerahkan langsung anugerah Serambi Award kepada Bupati Aceh Utara yang diwakili oleh Wakil Bupati Fauzi Yusuf. Turut hadir pada kegiatan itu Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar, Ketua DPRA Dahlan Sulaiman, para pejabat Forkopimda Aceh, Pemimpin Umum Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, para Bupati dan Walikota se-Aceh, para pimpinan BUMN dan sejumlah perusahaan swasta, dan sejumlah Kepala SKPA.

Bupati Aceh Utara mendapat penghargaan Serambi Award karena merupakan kepala daerah pertama di Indonesia yang mengeluarkan kebijakan moratorium izin perluasan perkebunan kelapa sawit. Regulasi tersebut dikeluarkan pada tanggal 19 September 2016 dalam bentuk Instruksi Bupati Aceh Utara Nomor 548/INSTR/2016 tentang Moratorium Izin Perkebunan Sawit Baru di Aceh Utara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerbitkan aturan tersebut untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan agar terciptanya keseimbangan alam. Selain itu, juga untuk mengantisipasi degradasi fungsi lingkungan dan fungsi hutan di daerah berjuluk Bumi Pasai ini. Disebutkan, degradasi lingkungan selama ini menjadi salah satu penyebab penting berkurangnya debit air dan pemicu terjadinya bencana kekeringan.

Kegiatan pemberian anugerah Serambi Award itu mengusung tema “Keunggulan Yang Menginspirasi.” Pada kesempatan itu, manajemen Serambi Indonesia juga memberikan award kepada 31 lembaga dan institusi di seluruh Aceh. Di antaranya kepada Pemerintah Aceh, Tim Penggerak PKK aceh, Bank Aceh Syariah, dua SKPA, dua perusahaan swasta, empat Perguruan Tinggi Negeri, satu Perguruan Tinggi Swasta, dan 19 Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh.

“Aceh Utara merupakan salah satu dari Kabupaten/Kota yang mendapat award dengan kategori Moratorium Perkebunan Sawit. Aceh Utara merupakan pemerintah daerah yang mencetuskan kebijakan dalam moratorium izin perkebunan sawit,” kata Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf sesaat setelah menerima anugerah tersebut di Banda Aceh, Jumat malam, 28 Februari 2020.

Kata Fauzi, langkah yang dilakukan Pemkab Aceh Utara mendapat sambutan antusias dan apresiasi oleh segenap masyarakat. Bukan hanya tokoh-tokoh masyarakat, sejumlah elemen sipil dan LSM juga sangat mengapresiasi. Pihak LSM menilai moratorium sawit tersebut merupakan satu langkah yang cerdas dan keberanian seorang pimpinan daerah untuk menertibkan pengusaha perkebunan yang enggan mematuhi aturan.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.