24 March 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Zaini Abdullah Ajak Masyarakat Ingat Pesan Hasan Di Tiro

...

  • portalsatu.com
  • 13 November 2016 16:30 WIB

BANDA ACEH – Tim Pemenangan Pusat Pasangan Calon Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Nasaruddin atau dikenal dengan AZAN menggelar Rapat Kerja dan Konsolidasi di Hermes Palace Hotel, Kota Banda Aceh, Minggu, 13 November 2016.

Sebelum melakukan raker dan konsolidasi, Abu Doto—sapaan Zaini Abdullah--didampingi Nasaruddin mengukuhkan Tim Pemenangan AZAN yang sudah terbentuk, dikomandoi oleh Said Muhammad Al Absy, sekaligus mengukuhkan relawan sayap AZAN, Kobra, Razia, Baraza, Relawan Aneuk Nanggroe, Gaminong AZAN, Nelayan AZAN, Petani AZAN, dan Buruh AZAN.

Dalam sambutan politik, Gubernur Aceh non aktif, Zaini Abdullah mengajak masyarakat untuk mengingat pesan-pesan Wali Nanggroe Aceh, Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Zaini menyebutkan Hasan Tiro semasa hidupnya selalu ingin memperjuangkan kesejahteraan rakyat Aceh. Pasalnya Hasan Tiro mengetahui keadaan rakyat Aceh yang selalu dalam keadaan kekurangan, kemunduran, dan kemiskinan.

“Maka beliau pulang dari Amerika Serikat, dimana beliau telah berdiam di Amerika Serikat selama lebih 25 tahun, dengan segala keberhasilan beliau di dalam bisnis, dan sebagainya, beliau langsung pulang ke Aceh naik ke atas gunung dengan tujuan, tidak lain hanya untuk membuka mata kita, siapa diri kita sebenarnya, kita adalah orang Aceh, tanah kita adalah tanah indatu kita, yang wajib kita pertahankan, walaupun nyawa melayang, walaupun darah berhamburan, tapi tidak lain hanya untuk mengembalikan semangat kita, tunjukkan siapa kita sebenarnya,” kata Zaini Abdullah dalam pidatonya.

Zaini mengatakan Hasan Tiro rela meninggalkan keluarganya demi mengembalikan semangat rakyat Aceh. Padahal saat itu anaknya, Karim, masih berusia enam tahun.

“Beliau serahkan kepada Allah SWT yang menjaga semua segala sesuatu. Beliau pulang ke Aceh dan naik ke atas gunung. Beliau sudah mengamanahkan kepada kita jangan mencoba-coba tanya apa yang kalian berikan kepada saya (diri masing-masing), tapi harus tanya apa yang akan saya berikan kepada Aceh tercinta ini,” ujar Zaini mengulang amanah Hasan Tiro.

Zaini juga menyebutkan perundang-undangan adalah hal paling penting di Aceh. Menurutnya jika hal tersebut di perhatikan maka akan hilang. Salah satunya yang berhubungan dengan Peraturan Presiden (PP) tentang Minyak dan Gas Aceh. Saat ini, Migas Aceh sudah dapat dikelola oleh Aceh sendiri melalui Badan Pengelola Minyak dan Gas Aceh (BPMA).

“Minyak dan gas ini kita lihat paling penting bagi rakyat Aceh, karena kita mengetahui ada minyak dan gas di Aceh Utara, tapi kita tidak tahu karena kita tidak dilibatkan, yang mengelola itu adalah Pertamina. Pertamina yang mendatangkan investor dari luar  negeri, dan apa yang terjadi, orang Aceh tetap miskin,” kata Zaini. 

“Jangankan kita yang di luar Aceh Utara, masyarakat Aceh Utara yang berada di area minyak dan gas itu sendiri pun  miskin, maka dari itu dengan disetujuinya PP Migas ini kita sudah dapatkan, yang mengelolanya Aceh sendiri, bukan pertamina. Pertamina berada di bawah BPMA,” ujar Zaini lagi.

Selain itu yang diduga terdapat minyak dan gas di Aceh yaitu di Pidie, Pidie Jaya, Bireuen dan Sinabang. “Sinabang yang paling besar,” ujar Zaini.

Selanjutnya yang paling penting untuk Aceh saat ini adalah menyangkut dengan pertanahan. Untuk sekarang Badan Pertanahan Negara (BPN) sudah dipindahkan ke Aceh, yang berubah nama menjadi Badan Pertanahan Aceh (BPA).

Jadi, kata dia, segala seuatu yang menyangkut pertanahan seperti membuka perkebunan dan sebagainya maka tidak harus mendapat persetujuan pusat lagi, karena sudah langsung ditangan di Aceh. Kemudian yang terakhir adalah menyangkut dengan wewenang, selain enam yang diatur oleh pusat selebihnya diatur oleh Aceh sendiri.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.