26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menjaga Tradisi dan Budaya Aceh, Empat Ahli Ini Mendapat Penghargaan dari YBG

...

  • Jamaluddin
  • 15 August 2018 12:30 WIB

Ketua Umum Yayasan Beudoh Gampong, Prof. Teuku Abdullah Sanny memakai rompi dengan pola jahitan yang dulu pernah digunakan Teuku Imum Lueng Bata. @istimewa
Ketua Umum Yayasan Beudoh Gampong, Prof. Teuku Abdullah Sanny memakai rompi dengan pola jahitan yang dulu pernah digunakan Teuku Imum Lueng Bata. @istimewa

BANDA ACEH -  Ketua Umum Yayasan Beudoh Gampong (YBG), Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Si., memberikan penghargaan kepada empat ahli yang dinilai berjasa menjaga tradisi dan budaya Aceh.

“Mereka yang mendapat penghargaan adalah para ahli yang telah berupaya mempertahankan berbagai bidang tradisi dan budaya Aceh yang sudah lama dilupakan,” kata Teuku Abdullah Sanny di Banda Aceh, Selasa 14 Agustus 2018.

Teuku Abdullah mengatakan empat ahli yang diberikan penghargaan, pertama, Teungku Abdul Azis, ulama dan juga penjahit baju tradisional Aceh yang serba bisa di Gampong Baro, Banda Aceh.

“Beliau berhasil mengangkat kembali pola jahitan rompi yang dulu pernah digunakan Teuku Imum Lueng Bata,” Teuku Abdullah yang juga pakar dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kedua, Suriani, ahli menenun bunga khas Aceh. “Beliau berhasil meniru kembali jenis bordiran tenun khas Aceh zaman dulu pada baju rompi Teuku Imum Lueng Bata yang berhasil dibuat kembali dengan gaya zaman dahulu.” kata Teuku Abdullah.

Ketiga, Dahlia, ahli songket Nyak Mu Siem, Aceh Besar. Songket Nyak Mu sudah sejak lama terkenal sebagai songket Aceh asli yang berkualitas tinggi.

Keempat, Utoh Ishak Abdullah dari Gampong Blang Tanah Pasir, Aceh Utara, ahli di bidang pandai besi tradisional Aceh original. Sampai saat ini diketahui Utoh Ishak ialah satu-satunya yang tetap mempertahankan tradisi pembuatan senjata tradisional Aceh yang biasa digunakan saat peperangan dalam sejarah prang Aceh.

“Pembuatan peudeung on jok beliau sangat memukau dengan pola dan bentuk rencong seperti zaman dulu, dilengkapi pucok reubong. Ini dikukuhkan sebagai sebuah keahlian yang sangat langka,” kata Teuku Abdullah.

YBG bertujuan menjaga tradisi dan budaya Aceh terus bertahan. Teuku Abdullah yang lama di luar Aceh merasa bangga dengan sejarah Aceh dan lebih bangga lagi karena dapat menjaga tradisi sejarah Aceh yang telah tererosi dengan arus globalisasi melanda seluruh dunia.

“Penghargaan diberikan kepada empat ahli tersebut atas jasa-jasa mereka yan memiliki keahlian dalam mempertahankan tradisi dan budaya Aceh. Ke depan akan ditelusuri kembali berbagai bidang lainnya bagi para penjaga tradisi dan budaya Aceh yang akan diberikan penghargaan oleh Yayasan Beudoh Gampong. Insya Allah,” kata Teuku Abdullah.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.