24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Tugunya Disembunyikan
14 April 146 Tahun Lalu, di Sini Perwira Aceh Menembak Tewas Jendral Kohler Belanda

...

  • portalsatu.com
  • 14 April 2019 22:30 WIB

Beberapa perwakilan organisasi berbasis kebudayaan menjumpai Imam Besar Masjid Raya, Prof. Dr.Tgk. H. Azman Ismail, MA, di ruang kerjanya, Ahad, 14 April 2019. @Thayeb Loh Angen
Beberapa perwakilan organisasi berbasis kebudayaan menjumpai Imam Besar Masjid Raya, Prof. Dr.Tgk. H. Azman Ismail, MA, di ruang kerjanya, Ahad, 14 April 2019. @Thayeb Loh Angen

Beberapa organisasi yang berbasis kebudayaan, terdiri dari Peusaba Aceh, Darud Donya, PuKAT, ALIF, dan Aliansi Pengamat Aceh melakukan acara peringatan 146 tahun kemenangan tentara Kesultanan Aceh Darussalam melawan Belanda.

Mereka mengunjungi lokasi tewasnya Jenderal Kohler oleh Teuku Nyak Raja Luengbata Panglima Dalam Kesultanan Aceh Darussalam, di tepi pagar gerbang bagian utara masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Hadirin mengingatkan bahwa prasasti tewasnya Jenderal Kohler telah dipindahkan dari lokasi aslinya ke sudut Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan tidak diketahui oleh umum. Karena itu gabungan komunitas sejarah berinisiatif melakukan pertemuan dengan Iman Mesjid Raya  Prof. Dr.Tgk. H. Azman Ismail, MA, di ruang kerjanya, Ahad, 14 April 2019.

"Kami meminta agar akses ke prasasti tewasnya Kohler dapat dengan mudah diketahui pengunjung. Banyak yang tidak tahu pohon geuleumpang tempat tewasnya Kohler setelah prasasti dipindahkan," kata Cut Putri dari Yayasan Daruddunia.

Imam Besar Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang menyambut baik wacana tersebut, mengatakan, Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh.

"Kami setuju akan usul ini. Bagaimanapun juga, ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar akses ke lokasi prasasti dapat lebih mudah dikunjungi oleh pengunjung. Insya Allah akan dimudahkan Allah ke depannya sebab ini adalah sejarah Besar Aceh Darussalam dan juga dunia yang mesti dilestarikan bagi generasi muda," katanya.

Setelah pertemuan dengan imam besar Masjid, tim hadirin mengunjungi lokasi tewasnya Kohler, kemudian berdiskusi tentang sejarah Aceh dan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

"Teuku Nyak Raja menembak Kohler tepat di dadanya pada tanggal 14 April 1873. Setelah tewasnya Kohler, pasukan Belanda kalah dan melarikan diri dari Aceh Darussalam. Acara ini sangat penting namun kurang dipedulikan, padahal ini adalah sejarah besar dunia sebab Aceh satu-satunya yang menang melawan Imperialisme Barat di dunia Melayu," kata Mawardi Usman dari Peusaba. 

Kata dia, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh didirikan oleh Sultan Mahmud Syah tahun 1292 yang menjadi pusat peradaban Islam. Pada masa Sultan Iskandar Muda tahun 1607-1636 diperluas hingga dapat menampung banyak jamaah.

"Ketika Belanda datang Tahun 1873 Belanda membakar Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh akibatnya Kesultanan Aceh murka yang mengakibatkan jenderal Belanda Kohler tewas ditembak Teuku Nyak Raja Luengbata. Maka perlu kerjasama semua pihak untuk melestarikan ingatan sejarah akan kebesaran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh," kata Mawardi.[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.