23 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


6 Kata Baru Paling Populer di 2017

...

  • SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
  • 11 January 2018 15:40 WIB

DUNIA terus melangkah ke arah kemajuan. Dari berbagai aspek, dunia ini semakin dipadati oleh berbagai temuan baru. Temuan-temuan baru itu berpengaruh bagi bahasa  yang dipakai masyarakat.

Salah satunya, muncul kosakata baru untuk mengatasi kekurangan istilah yang belum ada dalam bahasa tersebut. Munculnya kata-kata baru ini bisa dari tiga hal: menyerap dari bahasa asing, mengambil kekayaan bahasa daerah, atau menciptakan istilah baru yang sepadan maknanya.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, didukung dengan masifnya media sosial, memunculkan fenomena kata-kata baru yang berkaitan dengan bidang tersebut. Dengan semakin seringnya kata-kata itu dipakai, akhirnya istilah asing yang belum masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kini diindonesiakan dan diterima sebagai kata bahasa Indonesia.

Sepanjang 2017, ada beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang dikategorikan sebagai kosakata baru. Di antara kata-kata itu, ada sejumlah kata yang populer penggunaannya. Berikut daftarnya.

1. Meme

Tentu kita tidak asing dengan kata ini. Jika kita melihat gambar di media sosial dan gambar tersebut dimodifikasi demi kelucuan, di sanalah kita menemukan meme. Pengertian meme menurut KBBI ada dua macam.

Pengertian yang pertama, yaitu 'ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya'.

Pengertian yang kedua adalah 'cuplikan gambar dari acara televisi, film, dan sebagainya atau gambar-gambar buatan sendiri yang dimodifikasi dengan menambahkan kata-kata atau tulisan-tulisan untuk tujuan melucu dan menghibur.'

2. Sonder

Kata yang berasal dari bahasa Belanda ini, yaitu ‘zonder’, mungkin masih terdengar asing di telinga kita. Dalam KBBI, sonder dikategorikan dalam bahasa percakapan. Adapun makna dari sonder sendiri dalam KBBI juga dibagi menjadi dua.

Makna pertama, yakni 'selendang sutra pelengkap menari'. Kemudian, makna yang kedua adalah 'tanpa, atau tidak dengan.'

Penggunaan kata sonder memang jarang sifatnya. Dalam seni musik, duo grup asal Surabaya, Silampukau, menggunakan kata tersebut pada lirik dalam salah satu judul lagunya.

3. Hoaks

Tentu sudah terbayang apa yang dimaksud kata tersebut, bahkan sebelum diserap ke bahasa Indonesia. Ya, hoaks merupakan kata yang diserap dari bahasa asing, hoax. 'Berita bohong', begitu makna yang tertera dalam KBBI.

4. Sawala

Ini bukan salah ketik, bukan. Sawala ada dalam KBBI dan termasuk kata yang sangat jarang dipakai, entah itu dalam tulisan atau percakapan. Maknanya sendiri boleh dikatakan sangat fleksibel. Jika kita mengetahui bahwa debat dan diskusi adalah dua hal yang berbeda, maka sawala bermakna keduanya.

5. Twit

Perkembangan pesat istilah dalam teknologi—khususnya ranah media sosial— yang kebanyakan menggunakan bahasa Inggris, tampaknya diikuti dengan kosakata yang muncul dan diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Dalam KBBI daring, twit merupakan pesan yang dikirim melalui jejaring sosial Twitter.

6. Kusala

Kata ini digunakan dalam sebuah acara penghargaan dalam bidang kesuastraan, Kusala Sastra Khatulistiwa 2017.

Acara yang sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award itu merombak keseluruhan namanya tanpa ada penggunaan istilah dalam bahasa asing. Dalam laman Facebooknya, Ronny Agustinus, salah satu intelektual dan pendiri dari penerbit Marjin Kiri, mengunggah semacam informasi tentang apa itu arti kusala.

Di sana tertulis bahwa kata kusala berasal dari kamus budhisme. Kata tersebut direkomendasikan oleh Anton Moeliono, mantan Kepala Pusat Bahasa periode 1984-1989. Kata kusala sendiri digunakan sebagai padanan kata award, yang menurut Anton Moeliono, berbeda dengan hadiah atau anugerah (gift).

Menurut Anton Moeliono, hadiah bisa diberikan kepada siapa saja, sedangkan award diberikan hanya untuk orang yang dianggap berhasil dalam pencapaian di bidangnya yang tidak bisa dilakukan oleh semua orang.

Sampai hari ini, rekomendasi dari mantan kepala Pusat Bahasa itu belum ada di KBBI daring.[]

Sumber: liputan6.com

Editor: SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.