16 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Arkeolog Temukan Situs Masjid Berusia 1.000 Tahun

...

  • REPUBLIKA
  • 09 September 2018 11:20 WIB

Ilustrasi masjid. @Republika/ Tahta Aidilla
Ilustrasi masjid. @Republika/ Tahta Aidilla

ABU DHABI - Arkeolog dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) membuat penemuan spektakuler yang memberi petunjuk baru tentang sejarah Uni Emirat Arab (UEA) pada awal masa Islam. Berlokasi dekat dengan bangunan Masjid Sheikh Khalifa di Al Ain, para arkeologi menemukan beberapa falaj (saluran air irigasi), tiga bangunan, dan sebuah masjid berasal dari kekhalifahan Abbasiyah yakni 1.000 tahun lalu.

Masjid ini diperkirakan yang paling tua ditemukan di UEA. Dilansir Gulf Today, masa kekhalifahan Abbasiyah merupakan periode waktu yang membawa perubahan di UEA. Sebuah kepercayaan atau agama baru masuk dengan nilai-nilainya dan ini mengubah sejarah negara.

Ahli DCT pun terus melakukan penelitian di Al Ain dan tempat lain di Abu Dhabi dalam upaya menjelaskan lebih lanjut tentang abad-abad awal Islam. Arkeolog DCT sebelumnya sudah meneliti sebuah gereja di Pulau Sir Bani Yas.

Bangunan ini menyoroti fitur penting lain dari periode awal Islam. Salah satunya toleransi dan penerimaan agama lain yang masih menjadi ciri kehidupan di UEA saat ini.

"Temuan baru situs arkeolog di Al Ain membuktikan kekayaan sejarah di kawasan ini. Ini memungkinkan kami untuk memperluas pengetahuan tentang masa lalu," ujar Ketua DCT Abu Dhabi Mohamed Khalifa Al Mubarak dilansir di Gulf Today, Ahad (9/9).

Penemuan masjid dari periode Abbasiyah di Al Ain menunjukkan pengaruh Islam yang sangat mengakar di daerah tersebut. Jaraknya diketahui jauh dari tempat Islam pertama kali muncul dan pada saat itu moda transportasi belum sebaik saat ini.

"Temuan ini menunjukkan pengaruh budaya dan negara tetangga melampaui batas dan mengatasi masalah transportasi. Pada gilirannya akan menunjukkan analisis lebih lanjut untuk membentuk pemahaman holistik tentang masa lalu," lanjutnya.

Para ahli menyebut bangunan di situs tersebut terbuat dari mudbrick, yaitu sisa-sisa benteng kecil dan bangunan lainnya. Orang-orang yang tinggal di gedung-gedung ini akan memperoleh air bersih dari beberapa falaj yang dibangun di sekitar pemukiman.

Reporter: Zahrotul Oktaviani.[] Sumber: republika.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.