16 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Berburu Puncak Kearifan

...

  • PORTALSATU
  • 06 October 2018 14:30 WIB

Oleh Taufik Sentana*


Awal mula pengetahuan ialah saat nama nama benda beserta hakikatnya diajarkan Allah
kepada Adam Bapak Manusia.
Karena pengetahuan itu malaikat pun mesti bersujud takzim.

Allah yang Maha Tahu telah memahami kesepian Adam, dari diri Adam Allah jadikan pula Hawa. Keduanya menetap di surga. Agar kekal di dalamnya, Allah menguji mereka dengan larangan, hingga bisikan iblis yang penuh dusta dan sumpah palsu memperdaya keduanya dari keindahan abadi.

Bila pelajaran pertama adalah  pengetahuan dan mengenal larangan, maka Adam menerima pula kalimat yang menyelamatkan (kalimat untuk memohon ampun*).
"Fa taba alaih" dan Allah pun merahmati Adam dengan ampunan-Nya.

Dan di bumi, Adam tidak membawa dosa bawaan, ia terlepas dari dogma bahwa setiap keturunannya akan terlahir dalam dosa.
Tetapi sebaliknya, setiap yang lahir senantiasa suci hingga akalnya dapat memilih antara dua jalan.
Dua jalan itu yang dipilih Qabil-Habil
dipilih pula oleh kaum Nuh, untuk ikut atau tenggelam.

Dua jalan itu yang mesti dipilih Firaun dan Haman. Juga jalan yang dipilih oleh umat Isa.

Dari Adam-Hawa  yang diturunkan ke bumi,
anak cucunya terus belajar menemukan kearifan sempurna yang membawa mereka kembali ke keabadian surga dengan Risalah yang sama hingga ke Nabi akhir Muhammad (SAW).

*"Rabbana zalamna anfusana...dst."


*Taufik Sentana
Guru, peminat seni, sains dan kreativitas.
Mengelola prog. menulis kreatif untuk remaja dan mahasiswa.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.