20 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cut Nyak Dewi: Peunutoh Endatu Nyan Wajeb Ta Ikuti

...

  • Jamaluddin
  • 26 February 2019 21:30 WIB

Cut Nyak Dewi berfoto di dekat Makam Meurah II, di Gampong Ulee Lueng, Kec. Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa, 26 Februari 2019. Foto Jamaluddin/portalsatu.com
Cut Nyak Dewi berfoto di dekat Makam Meurah II, di Gampong Ulee Lueng, Kec. Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa, 26 Februari 2019. Foto Jamaluddin/portalsatu.com

ACEH BESAR - Ketua LSM Krong Aneuk Nanggroe di Pidie, Cut Nyak Dewi, S.H., LLD., mengatakan  masyarakat dan Pemerintah Aceh harus kembali pada segala peraturan yang telah diwarisi semasa kejayaan Aceh.

"Orang-orang di Aceh hari ini, khususnya pemimpin, lakukanlah sebagaimana yang dahulu pernah endatu lakukan. Peunutoh endatu nyan wajeb ta ikuti, karena semua endatu Aceh mengambil falsafah dari Al-Quranulkarim," katanya.

Hal itu disampaikannya kepada portalsatu.com usai ziarah dan memperingati 729 tahun Kesultanan Darul Kamal di Makam Meurah II yang dilakukan oleh Rumoh Koalisi Budaya Aceh (RKBA) di Gampong Ulee Lueng, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa, 26 Februari 2019.

Cut Nyak Dewi mengatakan, Aceh dahulu sangat berbeda dengan sekarang. Aceh saat ini memiliki banyak qanun, namun kinerja Pemerintah Aceh cuma terkesan 'membuat dan melanggar qanun' saja, tak ada perubahan berarti yang dilakukan.

"Bagaimana cara mereka menjalankan roda pemerintahan sehingga dalam Kerajaan Aceh dahulu bisa maju jaya sehingga dikenal di seluruh dunia, dan masa itu Aceh hanya dibangun dengan satu qanun," kata Cut Nyak Dewi.

"Apabila Pemerintah Aceh memang kembali kepada (perintah) Allah, kembali kepada Nabi, Insya Allah Aceh akan bermartabat kembali. Menjaga warisan endatu, guna mengambil iktibar serta contoh-contoh yang baik dari mereka," ujarnya.

"Contohnya hari ini, seperti perkembangan politik sekarang yang tiba-tiba seperti di Majelis Adat Aceh (MAA). Majelis Adat Aceh adalah yang menjadi roda pemahaman bagi rakyat Aceh yang sudah hampir tidak lagi mengenal adat, tiba-tiba ketuanya di-Plt-kan. 'Jadi, hana kom, hana salam, tiba-tiba, ka?," kata Cut Nyak Dewi.

Dengan sebab itu, kata Cut Nyak Dewi, timbul tanda tanya, "Apa yang sedang terjadi dengan Pemerintah Aceh? Adat sudah dibangun, namun yang sudah dibangun bukannya diperkuat, malah disia-siakan!"

"Jadi imbauan kepada Pemerintah Aceh berharap dalam hal ini, baik disikapi dengan serius, semua kembali ke pokok masalah, gisa bak punca, back to basic, kembali kepada apa yang telah diwarisi endatu supaya kita maju jaya seperti masa dahulu," kata Cut Nyak Dewi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.