13 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ingin Menulis dengan Cepat, Ini Tipsnya!

...

  • portalsatu.com
  • 17 June 2020 19:00 WIB

@Getty Images/Dailymail.co.uk
@Getty Images/Dailymail.co.uk

Oleh Taufik Sentana*

Sesekali waktu tentu pernah terngiang sesuatu yang "kuat" di benak kita untuk diungkapkan dan disampaikan dengan tulisan, namun kita merasakan hambatan hambatan tertentu. Apalagi bila kita menyengaja "datangnya" ide menulis itu, tentu lebih membutuhkan energi untuk mengeksplor dan menuntaskannya menjadi tulisan yang bermakna. Menulis cepat dapat menjadi jalan untuk mewujudkan gambar mental dan konsep yang ada di kepala kita.

Menulis dengan cepat sering disebut free wreating. Yaitu kemampuan mengungkapkan gagasan seketika dan secepat mungkin dalam bentuk tulisan.

Sebagian orang mungkin menulis kapan dia suka, tentang apa saja tanpa berdasarkan cepat atau lambatnya tulisan itu selesai. Tapi para pakar menulis selalu mengusulkan agar anda memiliki slot waktu untuk menulis, walau hanya sebaris kalimat, agar "syaraf" menulis kita akan terus aktif. Ini berbeda maknanya dengan menulis lintasan di status WA atau wall FB.

Sejalan dengan maksudnya, menulis cepat membutuhkan konsentrasi penuh dan kedalaman terhadap materi yang diangkat. Dalam praktiknya, menulis cepat menghindari editing saat menulis, editing dilakukan ketika semua yang kita maksud telah dituliskan, termasuk referensi dan varian lainnya.

Beberapa pakar menyebut ini sebagai proses "mengalir" (flow), tulis dan gambarkan saja dengan bebas dan detail. Bahkan anda boleh mengabaikan tata bahasa di bagian ini. 

Tuliskan saja, bila anda menemukan kemacetan, silahkan tulis :" aku tak tahu menulis apa lagi", dan terus tuliskan sampai apa yang kita maksud (dalam pikiran) rampung. Biasanya, seorang profesional dapat  menulis hingga enam jam dalam sehari. Bahkan ada yang menulis buku 300 halaman hanya dalam empat hari. Kita bisa memulainya 30 menit sehari, atau satu halaman sehari.

Jadi, menulis dengan cepat bertujuan untuk melewati "hambatan" menulis. Melakukannya dengan bebas sambil mengakumulasi semua pengalaman dan rasa yang berkaitan dengan tema,  tanpa ada pertimbangan otak kiri (evaluatif) secara langsung, tapi mengedepankan otak kanan (kreatif) dalam merealisasikan satu tulisan yang bermakna dan bertenaga.

Sekarang, tuliskan saja ide anda, tuntaskan, baru edit dan perbaiki kemudian.[]

*Mengelola program menulis kreatif.
Banyak menulis puisi, telaah dan esai sosial-budaya.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.