15 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jadi Teungku Chik di Teater Hikayat Prang Sabi, Ini Kata Nazar Mantan Wagub

...

  • Jamaluddin
  • 11 October 2018 11:00 WIB

Muhammad Nazar dan kawan-kawan sedang baca teks dialog untuk persiapan Teater Hikayat Prang Sabi, 10 Oktober 2018 @Jamaluddin/portalsatu.com
Muhammad Nazar dan kawan-kawan sedang baca teks dialog untuk persiapan Teater Hikayat Prang Sabi, 10 Oktober 2018 @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - Mantan Wakil Gubernur Aceh, H. Muhammad Nazar, akan berperan sebagai tokoh Teungku Chik, ulama atau pimpinan dayah, di 'The Spirit of Aceh Adapted from Hikayat Prang Sabi'. Teater garapan sutradara Muhammad Yusuf Bombang itu akan dipentaskan di Banda Aceh, pengujung 2018.

Nazar merasa bahwa bergabung dengan tim teater Hikayat Prang Sabi, sudah  menjadi kewajiban baginya dengan tujuan untuk mendukung kemajuan budaya. Hikayat Prang Sabi adalah karya salah satu ulama Aceh, Teungku Chik Pante Kulu, yang tercipta ketika Belanda memerangi Aceh. Sebagian dari Hikayat Prang Sabi diadobsi dari sastra Arab.

"Saat itu para pejuang semakin berkurang, dan yang tersisa pun semakin terjepit. Dan sebagai pilihan, salah satu senjata yang masih bisa digunakan adalah yang bersifat abstrak, bagaimana menggerakkan orang adalah dengan membudayakan mereka membaca syair juga memahami maknanya. Makanya kisah-kisah dalam Hikayat Prang Sabil berisi kisah-kisah dari Alquran tentang berjihad, hadis Rasulullah, dan kisah masa lalu ketika Islam melakukan penaklukan ke daerah-daerah lain," kata Nazar di Banda Aceh, 10 Oktober 2018.

Berdasarkan pengalamannya sebagai alumni sastra Arab di UIN Ar-Raniry, Nazar menjelaskan alasan mengapa harus mencintai kebudayaan, sastra, puisi, termasuk menonton tarian Aceh, karena semua itu mengandung pesan positif.

Oleh karena itu, kata Nazar, pemerintah dan semua pihak terkait harus mendukung kemajuan kebudayaan Aceh.

"Yang pertama kita harus kompak termasuk pada merencanakan program-program yang tepat sesuai dengan kebutuhan rakyat jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, yang bisa menciptakan peradaban. Saya selalu sampaikan bahwa masa depan itu adalah sebuah sejarah," kata Wagub Aceh periode 2007-2012 itu.
 
Menurut Nazar, jika masyarakat Aceh sekarang masih terjebak dengan trauma perang dan bencana alam, atau kebanggaan pada kebesaran masa lalu yang berlebihan, tapi tidak melakukan apa-apa untuk memperbaiki masa sekarang dan masa depan, maka Aceh tidak akan bisa maju.

"Tindakan yang tepat yang harus dilakukan sekarang adalah, masyarakat Aceh termasuk pemerintahnya harus berfokus pada memperkuat ekonomi dan politik yang bertingkat lokal termasuk utusan-utusan Aceh ke perlamen (DPR) RI dan DPD RI. Memperkuat sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial budaya, supaya memungkinkan mengejar ketertinggalan, dan harus bekerja berkali-kali lipat untuk bisa setingkat dengan daerah lain," katanya.

"Saya berharap di Pemerintahan Aceh, siapa pun gubernurnya, siapa pun wagubnya harus sinergi, selain memikirkan pembangunan, selain memikirkan kewajiban undang-undang, ada kepentingan membangun peradaban Aceh yang harus dilakukan," ujar Nazar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.