22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kasidah Cinta Sang Musafir

...

  • portalsatu.com
  • 13 February 2019 18:20 WIB


Karya Taufik Sentana


1//
Ketika Hendak Mencipta dunia, semesta raya dan segala isi serta apa yang akan terjadi di dalamnya, Tuhan menjadikan cinta sebagai asas dan layar utama." Aku Ciptakan ini semua agar engkau tahu Aku Ada" KataNya.

Kemudian Ia kenalkan DiriNya dengan sebutan Rahman dan Rahim. Lalu kalimat itu menjadi landasan aktivitas keseharian kita dalam membuahkan amal salih.

Setelah Adam dan Hawa Dicipta, potensi cinta ada dalam diri mereka. Untuk kemudian kita miliki pula.

Sebagaimana kehidupan, cinta juga memiliki berbagai pintu dan jendela. Dari manapun kita masuk akan tiba juga di dalam-Nya.

2//
Pada kenyataannya, berbagai pintu dan jendela tersebut telah menyibukkan manusia. Sehingga silaulah mata si Qabil dan Kan'an. Dan Nabi Musa yang perkasapun tersungkur di bukit Tursina sebab keingin-tahuannya.

Bahkan Isa dengan kelembutan dan rasa kasihnya, sanggup menyilaukan mata kaumnya hingga menggapNya anak Tuhan. 

Lalu pada Muhammad SAW semua cinta dimuarakan, untuk diikuti atau diabaikan, Beliaulah Imam para rasul dan Penghulu kekasih Allah.

3//
Setiap anak manusia bisa memasuki ruang cinta itu dari pintu manapun, sesuai pandangannya akan Tuhan, agama, kehidupan dan keterkondisiannya:
Untuk menemukan jalan, tersesat atau sampai ke tujuan.[]

*Dari Kumpulan "Agar Langit dan Bumi menjadi Teduh", 2016. Bergiat dalam program menulis kreatif.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.