15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Disbudpar dan UPTD TSBA Soal Festival Nasional Tari Ratoh Jaroe

...

  • Jamaluddin
  • 19 October 2018 18:00 WIB

Suasana persiapan menghadapi Festival Tari Ratoh Jaroe di Gedung Tertutup Taman Seni dan Budaya Aceh. @Istimewa
Suasana persiapan menghadapi Festival Tari Ratoh Jaroe di Gedung Tertutup Taman Seni dan Budaya Aceh. @Istimewa

BANDA ACEH - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melalui UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh (TSBA) menggelar Festival Nasional Tari Ratoh Jaroe 2018, di Gedung Tertutup Taman Seni dan Budaya Aceh, Jumat-Sabtu, 19-20 Oktober 2018, malam.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudpar Aceh, Drs. Amiruddin, M.Si., menjelaskan kegiatan ini untuk membangkitkan kembali dan menumbuhkan semangat serta rasa memiliki masyarakat Aceh terhadap seni tari tradisional, bagian kekayaan nusantara yang harus dilestarikan.

“Kami sangat menghargai kreativitas teman-teman seni tersebut, tapi hendaknya kreativitas tersebut tidak mengurangi nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita,” kata Amiruddin, Jumat.

Dengan mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai tradisi tersebut, diharapkan Aceh menjadi daerah tujuan wisata islami yang berkharakter keacehan dengan menyandang predikat wisata halal di tingkat nasional dan internasional

Amiruddin menyebutkan, akibat derasnya arus globalisasi saat ini, tari tradisional Aceh mulai bergeser nilai-nilai tradisinya. Ini disebabkan munculnya ide-ide kreasi dari pihak berkecimpung dalam kesenian Aceh dalam mengubah gerakan-gerakan tarian tradisional menjadi tarian kreasi.

"Bahkan, pergeserran itu juga terjadi dengan memodifikasi pakaian tari menjadi pakaian yang lebih modern dengan menambahkan hiasan-hiasan dan riasan rambut yang tidak sesuai lagi dengan unsur tradisi dari tarian itu sendiri".

Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya, Dra. Kemalawati, mengatakan Festival Nasional Tari Ratouh Jaroe 2018 didukung 31 grup peserta dari Banda Aceh, Aceh Jaya, Lhokseumawe, Saree, Aceh Singkil, Aceh Besar, Pidie, Samahani, Bireuen, Sabang, dan Aceh Utara.

Seluruh grup itu akan bertanding untuk meraih juara I, II, III, dan harapan I dengan total hadiah Rp52 juta ditambah piagam penghargaan. Selain itu, Doni Rosa Yandi juga akan hadir sebagai bintang tamu pada malam penutupan, 20 Oktober 2018.

“Tari Ratouh Jaroe dikembangkan oleh Dek Gam dari Tari Ratouh Duk, Meuseukat, dan Saman menjadi Tari Ratouh Jaroe. Dengan kegiatan Festival Nasional Tari Ratoh Jaroe 2018 diharapkan  masyarakat lebih mengenal lagi Tari Ratoh Jaroe yang berasal dari Aceh. Sehingga seni dan budaya Aceh dapat terus dilestarikan hingga ke anak cucu kita dan tetap terjaga keasliannya,” kata Kemalawati.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.