24 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kata Jomblo dari Mana?

...

  • SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
  • 11 May 2017 15:00 WIB

quora.com
quora.com

Banyak anak muda akan memberikan reaksi yang beragam bila kata ‘jomblo’ ditujukan padanya. Ada yang malu, tersinggung, ada pula yang biasa-biasa saja. Bagi yang malu atau tersinggung, mereka mungkin akan menghindari lawan bicaranya itu atau mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Memang, bagi sebagian orang persoalan jomblo bukanlah persoalan main-main. Cagub-Cawagub Jakarta terpilih ‘Anies-Sandi’ menjadi jomblo sebagian bagian dari salah satu programnya ke depan. Wujudnya adalah dengan menerbitkan “Kartu Jakarta Jomblo”.

Kartu tersebut, kata Sandi sebagaimana dilansir jawapos.com, merupakan varian untuk menggabungkan program-program utama Anies-Sandi, seperti OK OCE dan rumah dengan DP nol rupiah.

"Kami sampaikan bahwa salah satu yang mungkin nanti bisa dihadirkan adalah penyelarasan program-program, seperti rumah dengan DP nol rupiah. Karena dengan rumah, dia (para jomblo) akan lebih bisa membuat calon mertuanya lebih tertarik, lebih impresif," lanjut Sandi.

Namun, bukan itu yang hendak saya bahasa dalam tulisan kali ini. Terlepas dari itu semua, saya ingin membahas jomblo ditilik secara bahasa. Dalam pemahaman anak muda zaman sekarang, jomblo adalah bahasa percakapan yang digunakan untuk menyebut orang yang tidak memiliki pasangan atau kekasih.

Dalam praktik penggunaan bahasa, kata ini acapkali ditulis/atau diucapkan ‘jomblo’. Bila Anda mencari kata ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan bentuk tulisan seperti ini, Anda tidak akan menemukannya.

Kata dengan maksud yang sama baru Anda temukan bila dicari tanpa menggunakan huruf /b/, yaitu jomlo.  Ini berarti, penulisan yang baku bukanlah jomblo, melainkan jomlo. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan jomlo berarti ‘1. gadis tua; 2. pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup.

Yang menarik dari definisi tersebut adalah ‘gadis tua’, sedangkan definisi yang kedua sudah lazim kita dengar. Mengapa jomlo didefinisikan gadis tua, padahal dalam pemahaman anak muda sekarang, jomlo memiliki definisi seperti definisi kedua dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia itu?

Bila ditelusuri lebih jauh, pendefinisian jomlo sebagai ‘gadis tua’ ada hubungannya dengan asal usul kata ini. Ternyata kata tersebut berasal dari bahasa Sunda yang sudah dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan memiliki arti negatif, yaitu gadis tua. Artinya, kata ini hanya digunakan untuk gadis tua yang belum punya pasangan, sedangkan yang masih muda tidak tepat disebut jomblo.

Lantas, mengapa jomlo sering diucapkan jomblo? Analisis saya, secara bahasa, bunyi /m/  pada kata tersebut dihasilkan dengan cara menutup bibir atas dan bibir bawah atau disebut bunyi bilabial secara fonetik. Cenderung bunyi seperti ini bila di depannya adalah bunyi /l/ menghasilkan bunyi /b/ yang juga bilabial. Letaknya di antara /m/ dan /l/. Akibatnya, jadilah jomblo, baik ketika diucapkan maupun ditulis.

Di awal penggunaannya, kata ini hanya ditujukan untuk perempuan. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kata jomblo mengalami perluasan makna. Artinya, tidak hanya digunakan untuk perempuan, tetapi juga dapat digunakan untuk para laki-laki. Maka, berlakulah definisi kedua, yaitu pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup.

Karena dianggap sebagai kata yang menakutkan oleh mereka yang belum punya pasangan, muncul kata lain yang sebenarnya bersinonim dengan jomblo, seperti single dan solo player. Kata-kata ini dipilih karena dianggap memiliki makna netral, bila dibandingkan dengan jomlo. Dengan kata lain, kedua kata yang tidak baku itu terasa lebih keren digunakan jika dibandingkan dengan jomlo.

Nah, Anda ingin menggunakan kata yang mana? Semua terserah pada Anda! Namun, bila tak ingin dipanggil jomlo, single, solo player atau yang lainnya, menikahlah![]

Editor: SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.