06 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kemana Para Intelektual Kita?

...

  • portalsatu.com
  • 09 July 2020 10:00 WIB

Oleh: Taufik Sentana*
 

Bila kita definisikan sederhana bahwa intelektual adalah orang yang melek belajar dan terpelajar, maka sesungguhnya kita memiliki banyak potensi intelektual, dengan beragam tipikal dan tingkatnya.

Baik yang diukur dalam skala pemdidikan Islam Dayah (murni) atau yang diukur lewat pendidikan formal hingga jenjang sarjana (arti sarjana adalah terpelajar). Atau mereka yang menjadi intelek secara non formal, lewat interaksi pengalaman dan penghayatan terhadap tanggung jawab akademik dan sosial.

Masalahnya, cukupkah lebel intelek itu dengan sematan "gelar" tamat sekolah semata?Inilah yang kemudian menjadi kegamangan sosial, saat para lulusan itu tak terserap oleh dunia kerja: apalagi saat adaptasi pandemi ini, setiadaknya hingga dua tahun ke depan.

Artinya kita bukan menafikan "intelektual  yang kemudian menjadi pekerja". Tapi seberapa banyak sikap dan tanggung jawab intelek itu tampil dalam wujudnya? berupa kontribusi lebih, inovasi dan akselerasi kebudayaan kita?

Kebudayaan yang kita maksud adalah kebudayaan berbasis nilai universal Islam dengan segenap romantisme, cita rasa dan kekhasannya di Indonesia.

Lalu kembali ke poin di atas, kemana kaum intelektual itu? sebagian menyebut mereka sibuk di menara gading pengetahuannya. Mereka sibuk di ruang ruang Lab dan kampus kampus untuk beragam kepentingan, yang secara ekspilit belum mendongkerak level pendidikan kita di skala dunia.

Sebagian lagi masuk ke dunia kerja dengan ragam tantangan dan dinamikanya, tenggelam dalam rutinitas dan kebiasaan "robotik", kebiasaan berulang. Hingga mematikan semangat kreatif, meneliti dan mengembangkan problem solving secara terencana dan berjangka panjang.

Lalu sebagian lain, tergerus dalam pergulatan keseharian dan usaha usaha idealisme tertentu. Terutama bila dikaitkan dengan capaian finansial. Intelektual dalam kelompok ini relatif sunyi dan mungkin terpinggirkan, walau bisa saji peran mereka lebih signifikan dan langsung ke denyut masyarakat kebanyakan.

Sesungguhnya, tidaklah disebut intelek, bila semata hanya terlibat dalam dialektika individualisme dan sedikitpun tak memerhati kan kontribusi dan tanggung jawab sosial. Apalagi sampai mengabaikan kehidupan Akhiratnya.[]

*Inisiator Albanna Internasional College
Sedang menyusun Buku Hijrah Pendidikan.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.