26 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kenalkan Bink-vho, Grup Musik Aceh yang Kembali Konser di Australia Bulan Depan

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 10 September 2017 15:40 WIB

Anggota grup musik Aceh, Bink-vho. @Ist
Anggota grup musik Aceh, Bink-vho. @Ist

GRUP musik Aceh, Bink-vho terus berkarya. Walaupun tidak ada dukungan dari pemerintah, tapi mereka tetap bisa konser ke luar negeri untuk mewakili Acèh Indonesia.

Tahun lalu, Bink-vho konser di Australia, dan tahun ini akan kembali lagi tampil di Benua Kanguru itu untuk menjadi guestar band di acara Indonesia Kreasi 2017. Konser itu diramu dengan tari seudati dan alat musik traditional Aceh.

Bink-vho akan full show selama 3 bulan di Australia.

Berhubung vocalisnya Teuku Emi Syamsyumi adalah president Acèh Society of Western Australia (ASWA) membuat program Thanks to Australia, maka mereka akan mengajar gratis di Australia.

Setelah 3 bulan mengajar, akan dibuat festival, dan juara satu akan dibawa ke Aceh untuk ditampilkan.

“Kebetulan semua personil Bink-vho bisa mengajar seni tradisi Aceh langsung memanfaatkan itu. Bink-vho juga mengharapkan bantuan pemerintah sekaligus untuk promo wisata Acèh di Australia,” kata Teuku Emi Syamsyumi, yang diwawancarai dari Australia, melalui messenger facebook.

Bink-vho Band akan tampil di acara Indonesia Kreasi 2017, di ibukota Western Australia pada tanggal 14 October 2017, tepatnya di Perth City, Forres Place Murray Street Perth City.

Setelah acara tersebut personil Bink-vho  akan mengajar tari Saman Aceh Ratoh duek di sepuluh Sekolah Menegah Atas di sana, dengan tema Thanks to Australia, tepatnya di Kota Gosnells dan Armadale City.

Acèh society of Western Australia bekerjasama dengan Gosnells City Council dan Bink-vho akan mengelilingi Australia untuk beberapa acara promo visit wisata Aceh.

Bagi anggota Bink-vho Band sendiri, acara tersebut dilakukan di sela-sela persiapan album keduanya dengan Luncai Emas Malaysia, yang jatuh tempo November ini.

“Karenanya, personil Bink-vho harus betul kerja maksimal, dari segi kesehatan pun harus ekstra power untuk membagi waktu,” kata Teuku Emi Syamsyumi.

Teuku Emi Syamsyumi, vocalis grup musik Aceh, Bink-vho.

Riwayat Terbentuknya Grup Musik Aceh Bink-vho

Bink-vho band didirikan pada pada tahun 1980-han, dibentuk oleh beberapa orang, yaitu vocalnya Taufik Zulfiadi (Didi), Azwar (Bugel), Gitarisnya Yudhi, Bassnya oleh Rizal (Wok), keyboard oleh Fadhil (almarhum), drum oleh Rijal (almarhum).

Pada 1980-an Bink-vho banyak merebut juara baik di Aceh dan sekitarnya.

Bink-vho sendiri diambil dari nama kepiting dan dalam hikayat Banta Amad.

Dalam hikayat itu dikisahkan, bahwasanya Bink-vho (penulisan umum Aceh yang disepakati: bieng pho), demi membuat kebaikan harus rela cacat seumur masa dihatam oleh gagang pancing Banta Amad.

Pada suatu ketika, Banta Amad lagi memancing di tepi muara. Amad mempunyai ibu yang sangat cantik. Namun, ada seorang penjahat yang sangat kuat pada masa itu, Yugi Tapa namanya. Yugi Tapa ingin memiliki ibunda Banta Amad karna ibunda Banta Amad sudah lama menjadi janda.

Singkat cerita, saat Banta Amad memancing di tepi muara, Yugi Tapa menculik ibunnya dan dilarikan ke gua.

Banta Amad tidak menyadari di rumahnya tidak ada lagi ibundanya, namun Bink-vho yang mengetahuinya pun segera memberitahukan kepada Banta Amad.

“Mad, bek le ka keumawe ma keuh hana le, ka jicok le Yugi Tapa,” kata Bink-vho.

Banta Amad tidak peduli pada yang dikatakan oleh bink-vho. Tapi being pho (Bink-vho) mengatakannya lagi, namun Banta Amad tidak peduli. Bieng pho mengatakannya lagi, terus menerus, berulangkali sehingga Banta Amad merasa terganggu dan marah, dan memukul bink-vho dengan gagang pancing yang mematahkan paha kiri bink-vho.

Namun bink-vho yang mempunyai kesabaran tingkat tinggi hanya mengatakan,

“Alah hai Amad, got kupubuet jeuheuet beunalah pha ku siblah ka binasa, (artinya alah hai Amad, baik yang kaukatakan tapi buruk pula balasanmu, dan sebelah pahaku menjadi korban),”

Bink-vho tetap bilang ke Banta Amad, bahwa ibunya sudah dilarikan oleh Yugi Tapa. Lalu, Amad merasa bersalah, barulah dia percaya apa yang dikatakan oleh being pho. Banta Amad pun kembali pulang ke rumah. Ternyata, memang ibunya sudah dilarikan oleh Yugi Tapa.

Mengapa harus Bink-vho?

Setiap hari bink-vho pas keluar dari sangkarnya mencari makan selalu berbagi rizki. Ia selalu memanggil temannya untuk merapat. “Di sini ada makanan.”

Apabila ada bahaya yang mengancam mereka melarikan diri dan boleh masuk ke kandang manapun yang bisa cepat aman untuk mereka.

Itulah filosofinya Bink-vho, dan personil bink-vho pun sangat solid, yang memisahkan mereka adalah kematian, dua personil bink-vho mininggal lalu digantikan oleh junior bink-vho.

Tentang Bergabungnya Teuku Emi Syamsyumi ke Bink-vho

Pada tahun 2005, bergabunglah Teuku Emi Syamsyumi menjadi vocalis Bink-vho yang baru.

Bink-vho mulai lagi naik panggung di beberapa daerah, namun kembali terhenti pada tahun 2008 karena Teuku Emi harus berhijrah ke Sydney Australia, setelah peristiwa Film Angen Badeba.

Pada tahun 2015, Bink-vho kembali berkiprah dan membuat album perdana yang diberi judul Cut Nyak Dhien.

Bink-vho juga lagi sibuk mempersiapkan album nasional pertama yang bertaju She is Love Me, yang akan bekerjasama dengan Luncai Emas Malaysia.

Bink-vho juga punya dua struktur band, yang satu untuk lagu-lagu nasional, satu lagi untuk lagu tradisi. Personil semua tinggal di Lhoksemawe.

Ini dia personil Bink-vho Band sekarang.

Vocal: Teuku Emi Syamsyumi, Deva Mazedah. Guitar: Mursalin (Acin). Bass: Rahmad, Rapa-i: Erwi. Genderang: Rimi Palsa. Surune kale: Iqbal.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.