20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Legenda Oh Langgolek dan Putri Pukes Versi Teater di Taman Budaya Banda Aceh

...

  • Jamaluddin
  • 05 October 2018 16:00 WIB

Poster Oh Langgolek. @ist
Poster Oh Langgolek. @ist

BANDA ACEH - UPTD Taman Seni dan Budaya Aceh berkerja sama dengan Seuramoe Teater Aceh (STA) akan menampilkan Sanggar Merah dan Sanggar Sukma Teater (SusTer), di Taman Budaya Banda Aceh, 5-6 Oktober 2018, malam.

Sanggar Merah asal Aceh Barat Daya akan tampil tunggal di panggung utama Gedung Taman Budaya Banda Aceh dengan sebuah lakon teater berjudul 'Oh Langgolek', Jumat, 5 Oktober 2018, malam.

Sutradara Oh Langgolek dari Sanggar Merah, Yogie, mengatakan kisah Oh Langgolek diangkat dari sebuah cerita masa lampau atau legenda yang berasal dari Kecamatan Susoh, mengisahkan tentang seorang ibu yang memiliki tiga anak.

"Kisah ini sangat populer di kalangan masyarakat Abdya lewat sebuah nyanyian yang sering dinyanyikan sebagai dendangan atau buaian penghantar tidur buat anak-anak, yang sudah menjadi tradisi masyarakat pesisir pantai barat daya yang notabenenya suku Aneuk Jamee di Kecamatan Susoh," kata Yogie.

Tokoh dalam cerita itu Baidah, Zainab, dan  Khaidir. Cerita itu dikemas dengan pementasan Oh Langgolek diperankan 12 orang.

"Bisa dibayangkan bagaimana kecintaan seorang ibu terhadap anak laki-laki semata wayangnya tersebut. Semua tetangga dan kerabat tahu persis bagaimana si ibu begitu mencintai anak bungsunya," kata Firman Septiadi, salah satu kru teater.

Firman mengatakan, ketika si anak lelaki beranjak dewasa, dia berpamitan untuk merantau ke Padang, Sumatera Barat. Akan tetapi, malang tak dapat ditolak, hingga bertahun-tahun si anak tiada kabar berita.

"Dan tak diketahui apakah masih hidup atau telah tiada. Apakah sang ibu akan bertatap muka kembali dengan si buah hatinya tersebut?"

Proses penggarapan Oh Langgolek itu dipersiapkan setahun lalu untuk tampil di Kabupaten Abdya, tapi waktu itu tiba-tiba dibatalkan. Setelah itu, Yogie bersama Sanggar Merah pun tak henti terus menggarap ide lainya untuk tampil di tempat lain. Karena terus aktif bergelut di dunia teater, maka Oktober ini STA memberi kesempatan kepada Sanggar Merah untuk tampil di Taman Budaya Banda Aceh.

"Mudah-mudahan penampilan kami bisa menjadi sesuatu yang menarik buat penonton, dan dengan Oh Langgolek ini kita bisa melestarikan cerita-cerita rakyat di daerah, yang kebetulan ini telah punya lagu sendiri, dan tema songnya juga telah ada," kata Yogie.

Sementara itu, Sutradara Pukes dari Sanggar SusTer Pidie, Cahya Maulizati, mengatakan 30 pemeran dari sanggar ini akan menampilkan pertunjukan Putri Pukes, di Taman Budaya, Sabtu,  6 Oktober 2018, malam. Dari 30 itu, 12 sebagai aktor dan 18 peran pembantu. Mereka merupakan siswa SMP dan SMA yang berkomitmen untuk tampil maksimal.

"Kami mengambil tema legenda dari Takengen, Putri Pukes, yang alur ceritanya lebih banyak ke tragedi. Juga akan dikolaborasi dengan sedikit  komedinya diperan cerita dialog warga. Dukungan sekolah-sekolah yang siswanya dapat tampil di pementasan teater kali ini, Alhamdulillah, sangat mendukung," katanya.

Cahya mengatakan, dari lima sanggar yang mendaftar, STA memilih Sanggar Merah Abdya, dan Sanggar Sukma Teater (Suster) Pidie untuk tampil di Taman Budaya.

"Mudah-mudahan teater di Aceh ini terus bangkit, juga mendapat dukungan dari masyarakat. Pemerintah harus terus melanjutkan acara semacam ini ke depan," kata Cahya.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.